Share

Kisah Perjuangan Kopral KKO Bakri, Tokoh Penting Terbentuknya Korps Marinir

Tim Okezone, Okezone · Senin 15 November 2021 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 337 2501750 kisah-perjuangan-kopral-kko-bakri-tokoh-penting-terbentuknya-korps-marinir-G06Ro6SS8R.jpeg Kopral KKO Bakri. (Foto: Sindonews)

KORPS Marinir tak lepas dari kiprah Kopral KKO Purn Bakri. Sosok ini merupakan purnawirawan yang juga mantan prajurit Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut atau prajurit pasukan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) CA IV di Kota Tegal.

Berita meninggalnya Kopral Bakri pada 2 Mei 2021 menjadi duka mendalam bagi kesatuan elite di TNI ini. Banyak jasa yang ditorehkan Kopral Bakri untuk kemerdekaan Indonesia hingga cikal bakal pembentukan Korps Marinir.

Hari ini, 15 November 2021, Korps Marinir berulang tahun yang Ke-76. Pasukan infanteri TNI AL ini bermula dari Corps Mariniers yang dibentuk pada Pangkalan IV Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Tegal tepat pada tanggal 15 November 1945.

Pada 9 November 2020 atau kurang lebih setahun sebelum meninggal, Kopral Bakri yang kala itu berusia 90 tahun disambangi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono. Saat itu, Kopral Bakri banyak bercerita tentang kisah perjuangannya. 

Ditemui di kediamannya di Jalan Cempaka, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Kopral KKO Purn Bakri dengan semangat menceritakan kisah perjuangannya melawan penjajah yang sudah menduduki Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Baca juga: HUT Marinir, Sekilas Sejarahnya yang Bermula di TNI AD

"Pada tahun 1947, kapal induk Amerika di tengah laut datang mendarat kemari (Tegal) dan menembakkan rudal. Peristiwa itu banyak makan korban," ujarnya.

Tidak berselang lama, Sekutu kembali menyerang dari arah selatan dengan menggunakan tank. Kala itu tentara Sekutu diboncengi Belanda yang berniat kembali untuk menjajah Indonesia.

"Tentara kita mundur. Mempertahankan pasukan ke daerah Karangmalang. Karangmalang masih Hutan Jati. Di situ tidak lama, kurang lebih dua bulan. Kemudian pindah dengan merayap selama dua malam ke Penggarit, Pemalang," ucapnya.

Di situ, kata Bakrie, tentara Indonesia kembali diserang oleh Belanda yang menyerang dari udara. "Waktu itu tentara kita pada mandi di kali. Tiba-tiba ada serangan dari udara, pesawat Belanda ngantem. Ngocar-ngacir. Banyak korban. Anggota CA IV banyak jadi korban di situ. Teman saya banyak yang ketembak dan mati di situ. Untung saya dempes (ngumpet) di tembok betonan. Saya selamat," ujarnya. 

Di akhir ceritanya, Kopral KKO Purn Bakri berpesan supaya hati-hati dalam menjaga negeri Indonesia ini, jangan sampai dijajah kembali, lindungi anak buah untuk menjaga NKRI yang kita cintai dan kita banggakan. 

“Saya merasa bangga kepada Marinir atas segala perhatian yang diberikan kepada saya dan keluarga,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini