Share

Peristiwa 15 November: Hari Lahir Korps Marinir hingga Perundingan Linggarjati

Tim Okezone, Okezone · Senin 15 November 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 337 2501745 peristiwa-15-november-hari-lahir-korps-marinir-hingga-perundingan-linggarjati-zWQIIW4soQ.jpeg Korps Marinir. (Foto: Okezone.com)

BERBAGAI peristiwa dan sejarah penting terjadi setiap harinya, termasuk pada tanggal 15 November. Okezone merangkum beberapa peristiwa yang terjadi pada hari ini, dinukil dari Wikipedia, sebagai beritkut:

1889 - Brasil Dideklarasikan sebagai Republik

Brasil resmi mendeklrasikan diri sebagai republik yang pada saat itu dilakukan oleh Deodoro da Fonseca. Setelahnya, ia ditetapkan secara resmi sebagai presiden pertama di Brasil.

Hal itu menyusul turunnya Pedro II dari takhtanya sebagai kaisar Brasil. Dengan berdirinya Republik Brasil dan turunnya Pedro II, Kekaisaran Brasil yang berdiri sejak 1822 runtuh.

1935 - Wakil Presiden ke-6 Indonesia Lahir

Tak hanya peristiwa, pada 15 November juga sejumlah tokoh lahir, salah satunya adalah Wakil Presiden ke-6, Try Sutrisno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Pada 1988 hingga 1993, Try menjabat sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Ia kemudian mendampingi Presiden Soeharto sebagai wakil presiden dari 1993 hingga 1998.

1945: Hari Lahir Korps Marinir

Cikal bakal pasukan infanteri TNI AL ini bermula dari Corps Mariniers yang dibentuk pada Pangkalan IV Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Tegal tepat pada tanggal 15 November 1945.

Korps Marinir atau yang lebih dikenal dengan Baret Ungu ini mungkin tak banyak yang tahu pada mulanya korps ini dijadikan bagian dari TNI Angkatan Darat (AD). Marinis mulanya dibentuk sebagai “pendidikan” para pelaut Indonesia yang tergabung di ALRI agar bisa bertempur di darat dalam keadaan darurat.

Kebanyakan instruktur Marinir kala itu merupakan lulusan dari sekolah pelayaran. Di tengah-tengah masa revolusi, tepatnya pada 17 Maret 1948 sempat terjadi yang namanya “Re-Ra” alias Reorganisasi dan Rasionalisasi.

Saat itu, karena Korps Marinir dari Pangkalan Tegal ini sudah banyak pengalaman tempur di darat, maka pemerintah memutuskan untuk memisahkannya dari TNI AL. Barulah pada 9 Oktober 1948 terbit Surat Keputusan No. A/565/1948 dari Menteri Pertahanan. Isi surat itu berisi penetapan pembentukan Korps Komando di lingkungan TNI AL (KKO AL).

Kendati begitu, penerimaan personelnya baru dilakukan pasca-Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949. Dari seluruh personel KKO AL yang tercatat pada 1950, sebanyak 90 persen merupakan mantan Corps Mariniers Pangkalan IV Tegal. Karena itu lah eksistensi Corps Mariniers yang dibentuk 15 November 1945 disebut sebagai cikal bakal Korps Marinir TNI AL saat ini.

1946 - Perundingan Linggarjati Ditandatangani

Perundingan dilakukan oleh Indonesia dengan Belanda. Hasilnya, Belanda mengakui kalau wilayah Jawa, Sumatera, dan Madura merupakan sebagai wilayah kekuasaan Indonesia.

Perundingan tersebut dilakukan oleh kedua belah pihak di Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Jabar). Oleh sebab itu dinamakan Perundingan Linggarjati. Kemudian, kedua negara tersebut menandatangani hasil dari perundingan itu di Istana Negara, Jakarta Pusat pada 15 November 1946.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini