Berikut 7 Daerah yang Terisolir Akibat Bencana Alam

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 15 November 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 337 2501676 berikut-7-daerah-yang-terisolir-akibat-bencana-alam-52RKkzvokh.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Akhir-akhir ini banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita seperti bencana alam banjir, gempa bumi, dan longsor. Bencana tersebut dapat terjadi diberbagai daerah dan mengakibatkan daerah tersebut harus terisolir. Berikut beberapa daerah yang mengalami bencana alam sebagai berikut:

1. Banjir Bandang Garut

Kawasan Sukaresmi, Kabupaten Garut baru saja di terjang banjir bandang yang menyebabkan 5 unit rumah terdampak dan 2 rumah diantaranya rusak berat. Kelima rumah tersebut terletak di kawasan Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi. Banjir bandang tersebut terjadi pada hari Sabtu, 6 November 2021.

Baca juga:  Longsor Timbun Jalur Trans Sulawesi, Ratusan Kendaraan Terjebak Macet

Dampak dari bencana tersebut, warga sekampung terisolir karena jembatan rusak diterjang air. Jembatan tersebut adalah jembatan penghubung kampung di Desa Sukaresmi. Akibatnya, sekitar 335 kepala keluarga warga kampung Pelag tidak dapat beraktifitas kemana-mana.

Pemda Garut telah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari di Sukaresmi. Selain itu melalui BPBD, Pemda Garut telah membuatkan posko siaga bencana untuk mengantisipasi bencana susulan.

2. Banjir Gresik

Gresik dilanda banjir pada 4 September 2021, yang mengakibatkan 403 orang mengungsi. Rinciannya, terdapat 21 balita, 77 anak-anak, 273 orang dewasa, dan 32 lansia. Banjir tersebut berimbas jebolnya 13 titik tanggul di aliran Kali Lamong, Kabupaten Gresik.

Baca juga:  Ini 5 Daerah di Jabar yang Paling Sering Diterjang Bencana Alam

Jebolnya tanggul menyebabkan 5 kecamatan terendam banjir, diantaranya Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Menganti, dan Kedamean. Sejauh ini, tindak lanjut yang dilakukan Pemda Gresik adalah melakukan penanganan darurat di Kali Lamong.

Normalisasi sudah dijalankan Pemda Gresik sejak Oktober awal. Proses evakuasi warga, membuka dapur umum, dan pemberian bantuan paket sembako pun sudah dijalankan.

3. Banjir Bandang dan Tanah Longsor Mamasa, Sulawesi Barat

 

Banjir bandang dan tanah longsor melanda 3 dusun di Mamasa, Sulawesi Barat. Ketiga dusun tersebut terisolir hingga beberapa hari. Peristiwa tersebut terjadi pada September 2021 lalu. Adanya material longsor berupa bebatuan dan batang pohon menyebabkan akses jalan utama ke desa lain terputus.

Akses jalan tersebut juga menjadi akses utama perekonomian warga setempat. Hingga 3 hari pasca kejadian, belum ada tindak lanjut dari pemerintah. Warga setempat kewalahan dalam membersihkan material yang menutupi jalan. Disamping akses jalan yang terputus, puluhan hektar sawah terancam gagal panen.


4. Banjir di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

 

Pada Rabu (3/11/2021), Banjir bandang melanda enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Banjir dipicu karena hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan tiga sungai meluap, yaitu Sungai Sibau, Sungai Mendalam dan Sungai Kapuas.

Luapan sungai-sungai tersebut berdampak pada permukiman yang berada di kecamatan Silat Hilir, kecamatan Selimbau, kecamatan Semitau, kecamatan Badau, kecamatan Suhaid dan kecamatan Batang Lupar. Terdapat 1.818 Kepala Keluarga atau 6.524 jiwa yang terdampak banjir dengan tinggi muka air (TMA) tertinggi hingga 200 cm pada saat kejadian Rabu (3/11/2021).

Selain itu, terdapat 1.084 unit rumah ikut terendam, sebagian warga melakukan evakuasi mandiri dengan mengungsi ke tempat kerabat yang lebih aman. Dalam mepercepat penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu terus melakukan kajian cepat dan melakukan pendistribusian bantuan ke beberapa lokasi terdampak.

5. Banjir Aceh Selatan

Banjir di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, terjadi pada Selasa (9/11), pukul 09.00 waktu setempat. Kejadian ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi sehingga debit air Sungai Alas dan Sungai Hitam meluap ke permukaan penduduk.

BPBD Kabupaten Aceh Selatan menginformasikan bahwa sejumlah gampong atau desa terdampak di Kecamatan Trumon Tengah, yaitu Gampong Cot Bayu dan Gampong Lhok Raya. BPBD memantau ketinggian muka air berkisar 20 - 50 sentimeter ketika banjir terjadi.

Informasinya sebanyak 132 jiwa dilaporkan terdampak dengan rincian 42 jiwa di Gampong Cot Bayu dan 90 jiwa di Gampong Lhok Raya. Merespons peristiwa itu, BPBD setempat segera melakukan upaya penanganan darurat bencana, seperti evakuasi warga, kaji cepat dan berkoordinasi dengan dinas terkait serta aparat di tingkat kecamatan dan gampong.

BPBD Kabupaten Aceh Selatan mencatat sebanyak 72 unit rumah warga terdampak banjir pagi itu. Berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG, wilayah Aceh masih berpotensi hujan lebat serta angin kencang dan berstatus waspada. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

6. Banjir dan Longsor di Cilacap

Hujan lebat pada awal November 2021, memicu tanah longsor di Dusun Cilulu, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dan dilaporkan sebanyak 42 rumah warga terdampak. Sejumlah rumah warga rusak ringan hingga rusak berat.

Dari 42 rumah yang terdampak, 5 di antaranya rusak berat, 8 rusak sedang, dan 4 rusak ringan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun warga mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan menumpang di rumah kerabat.

Kajian geologi di wilayah tersebut, diprediksi bahwa pergerakan tanah akan terjadi lagi 20 tahun kemudian. Ternyata, mendekati 20 tahun, tepatnya 18 tahun, gerakan tanah benar-benar terjadi dan merusak rumah warga. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan banjir dan tanah longsor di wilayah kecamatan Wanareja.

Banjir mengakibatkan air sungai Cigeugeumeuh di desa Limbangan melimpas dan menggenangi sejumlah desa dan pasar. Selain itu banjir juga mengakibatkan tanah longsor di tiga dusun sehingga akses jalan desa tidak bisa dilalui. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Dusun Sidamulya Desa Majingklak.

Tebing setinggi 10 meter dan lebar 10 longsor menutup jalan desa dan mengakibatkan putusnya aliran listrik dii Desa Purwasari. Banjir menyebabkan beberapa tanggul mengalami abrasi dengan panjang 18 meter dan lebar 10 meter di sungai Citanduy.

7. Gempa Bali

Gempa yang terjadi di Bali berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi pada Sabtu (16/10/2021) dini hari. Gempa tersebut menyebabkan tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli terisolasi.

Adapun tiga desa yang terisolasi adalah Desa Trunyan, Desa Abangsongan, dan Desa Abang Batudinding yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga (KK). Ketiga desa itu terisolasi lantaran satu-satunya jalur darat yang menghubungkan wilayah mereka dengan Kota Bangli tertimbun material longsor.

Akses jalan ke tiga desa tersebut belum dapat dibuka karena sejumlah kendala dimana cuaca yang kurang mendukung serta kondisi tanah yang masih labil sehingga dapat membahayakan keselamatan. Selama jalur darat tertutup longsor, warga yang terisolasi tetap bisa menuju ke Kota Bangli menggunakan modal transportasi air melalui Danau Batur. 

Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI
(Pratitis Nur Kanariyati/Litbang MPI)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini