Kapolri Minta Pemilu 2024 Tak Kembali Terjadi Perpecahan

Erfan Maaruf, iNews · Minggu 14 November 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 337 2501609 kapolri-minta-pemilu-2024-tak-kembali-terjadi-perpecahan-2SKKrGKxYE.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (foto: istimewa)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menilai bahwa pemilu serentak 2019 telah menimbulkan perpecahan (polarisasi) yang ketara. Brigade Mobil (Brimob) diminta untuk mempersiapkan pola pengamanan pemilu serentak 2024 agar tidak terjadi hal serupa.

Hal itu dikatakan Jendral Polisi Listyo dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Brimob ke-76 di Mako Brimob, Depok Jawa Barat. Dia meminta pemilu serentak 2024 tidak lagi terjadi polarisasi.

"Kita tahu akan menghadapi dinamika situasi politik ke depan Pilpres, Pileg, Pilkada. Kita tahu tahun sebelumnya dalam pileg dan pilpres yang menimbulkan polarisasi yang berdampak pada demokrasi, polarisasi masih ketara," kata Listyo, Minggu (14/11/2021).

Baca juga:  Anies Baswedan Temui Ketua PWNU Jatim di Malang, Ada Apa?

Dalam mempersiapkan keamanan pemilu 2024, Brimob diperintahkan untuk melakukan upaya menekan perpecahan seperti yang terjadi pada pemilu sebelumnya. Dia tidak mau akibat pesta demokrasi yang digelar mengakibatkan gangguan ketertiban.

"Brimob memiliki peran andil peran dalam menjaga kesatuan NKRI, ini tantangan yang harus kita hadapi," jelasnya.

Baca juga:  Pelaksanaan Pemilu 2024 Diundur, KPU: Bebannya Terlalu Berat

Sebelumnya, Komisi II DPR bersama pemerintah dan penyelenggara pemilihan umum telah menyepakati hari pemungutan suara Pemilihan Umum 2024 (Pemilu Presiden dan Legislatif) akan jatuh pada Rabu (28/2/2024).

Putusan itu setelah dilakukannya rapat antara Komisi II DPR, pemerintah, serta penyelenggara pemilu yang terdiri dari Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu pada Kamis (3/6/2021).

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini