Share

Humor Gus Dur: Jauh-Jauh dari Pak Harto!

Mohammad Adrianto S, Okezone · Sabtu 13 November 2021 06:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 337 2500978 humor-gus-dur-jauh-jauh-dari-pak-harto-1YsSX43rbQ.jpg Gus Dur (Foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sempat memiliki hubungan yang renggang dengan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto. Gus Dur bahkan pernah diminta tidak berada di dekat sang Kepala Negara.

Menyadur situs nu.or.id, layaknya seorang Gus Dur, dia tidak pernah ingin mengambil pusing dan justru santai menghadapi hal ini.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Tidak Bisa Melihat Kok Disuruh Buka Pameran

Pada Muktamar ke-29 NU tahun 1994 di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Gus Dur sedang tidak disukai oleh Presiden Soeharto yang karena kerap melontarkan kritik dan menentang rezim otoriternya. 

Penyebab lain, seperti yang ditulis oleh Adam Swarcht dalam bukunya Waiting fot Nation, Gus Dur menilai Pak Harto “bodoh” sehingga ketika Muktamar dibuka, Gus Dur tak boleh duduk mendampingi Pak Harto.

Gus Dur disingkirkan ke deretan kursi paling belakang bersama Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDI) kala itu. Tokoh-tokoh yang mendampingi Pak Harto hanya KH Ilyas Ruchiyat dan Rozy Munir.

Begitu pula setelah acara pembukaan selesai dan Pak Harto istirahat di Aula STAI Cipasung diiringi Kiai Ilyas Ruchiyat, Gus Dur tidak boleh masuk, melainkan berdiri saja di halaman.

Seketika itu para wartawan langsung mengerubungi Gus Dur sambil bertanya, “Gus, nggak boleh dekat-dekat presiden ya?”

“Ah, nggak masalah,” jawab Gus Dur cuek.

“Nggak masalah gimana, Gus?” tanya wartawan menimpali.

“Daripada mikirin ingin dekat-dekat presiden, lebih baik jadi presiden sekalian nanti,” ucap Gus Dur mantap.

Baca Juga: Humor Gus Dur: Sudah Meninggal Masih Doyan Duit

Selorohan Gus Dur menjadi kenyataan, lima tahun kemudian yaitu pada 1999, secara demokratis, Gus Dur terpilih menjadi Presiden RI.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini