Hadapi Cuaca Ekstrem, Wapres Ma'ruf Minta Pemerintah Lakukan Mitigasi Bencana

Dita Angga R, Sindonews · Jum'at 12 November 2021 09:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 12 337 2500603 hadapi-cuaca-ekstrem-wapres-ma-ruf-minta-pemerintah-lakukan-mitigasi-bencana-xjinOL9NID.jpeg Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin (foto: istimewa)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin meminta seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah untuk melakukan mitigasi bencana sejak dini. Hal ini menyusul adanya cuaca ekstrem yang berdampak pada potensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan badai tropis.

“Saya mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah untuk melakukan berbagai upaya mitigasi dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem ini. Lakukanlah perencanaan mitigasi dengan lebih baik. Mengingat peringatan dari BMKG telah diberikan jauh sebelumnya,” katanya, Jumat (12/11/2012).

Dia mengatakan, upaya penanggulangan jangka panjang seperti konservasi tanah dan air di hulu sungai harus terus ditingkatkan. Hal ini bisa dilakukan dengan penghijauan, penataan daerah aliran sungai serta edukasi kepada masyarakat.

“Untuk penanggulangan jangka pendeknya harus sudah dimulai sejak sekarang, ajaklah masyarakat untuk bergotong-royong bersama-sama dalam menanggulangi bencana,” ungkapnya.

Baca juga: 1.877 Peristiwa Bencana Alam Terjadi di Jabar, 60 Orang Meninggal

Maruf meminta jajaran pemerintahan harus belajar dari pengalaman bencana yang terjadi sebelumnya dengan meningkatkan kewaspadaan.

“Tingkatkanlah kewaspadaan karena dampak perubahan iklim dan cuaca ekstrem belum sepenuhnya bisa diprediksi dengan tepat. Dan kita sebagai bangsa pembelajar hendaknya dapat menjadikan pengalaman bencana pada masa yang lalu sebagai suatu pelajaran yang penting , yang berharga buat kita semua,” tuturnya.

Baca juga: Diterjang Longsor, 3 Rumah di Tapanuli Tengah Hancur

Pada kesempatan itu, Maruf menjelaskan bahwa sejak awal BMKG telah mengingatkan bahwa curah hujan yang jauh lebih tinggi akan terjadi selama bulan November. Hal ini terjadi karena ada fenomena La Nina di perairan Samudera Pasifik.

“Fenomena La Nina ini berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia yg mencapai 20 sampai 70% di atas normal. Hal ini memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan badai tropis,” ujarnya.

Menurutnya tingkat keparahan bencana hidrometeorologi semakin meningkat dengan terjadinya kerusakan lingkungan di wilayah hulu sungai serta terjadinya kerusakan lingkungan di sepanjang aliran sungai.

Seperti diketahui beberapa bencana hidrometeorologi telah terjadi beberapa waktu ini. Seperti banjir bandang di Batu, banjir di Pacitan, banjir di Sintang, genangan air di Jakarta dan di beberapa tempat lainnya yang terjadi karena adanya curah yang tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini