Share

Miliki Kolam Terdalam, Kopassus Ternyata Mempunyai Pasukan Katak yang Menyelam Tanpa Alat

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 11 November 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 337 2500420 miliki-kolam-terdalam-kopassus-ternyata-mempunyai-pasukan-katak-yang-menyelam-tanpa-alat-LGkLPU0NtP.jpg Kolam renang kopassus/ tangkapan layar

JAKARTA – Sebagai pasukan Komando, prajurit Kopassus miliki kemampuan tiga matra yaitu darat, laut dan udara. Prajurit baret merah juga menguasai berbagai keahlian seperti teknik tempur, membaca peta, pionir, patroli, survival, mendaki gunung, pendaratan kendaraan, hingga taktik perang gerilya. Mereka juga dilatih di berbagai medan perang mulai dari perkotaan, pegunungan, perhutanan, rawa-rawa, dan laut.

(Baca juga: Bersimbah Darah, Hendropriyono Berhasil Lumpuhkan Gembong PKI Paling Ditakuti)

Prajurit khusus ini juga punya kemampuan selam militer. Keahlian sebagai pasukan katak (Paska) Kopassus ditempa dengan pendidikan yang berat. Seorang Paska Kopassus mampu bertahan selama 2 menit 30 detik tanpa alat di kolam terdalam se-Asia Tenggara yang dimiliki Kopassus yaitu kolam Tribuana.

(Baca juga: Saat Sarwo Edhie Wibowo dalam Bidikan Pasukan Elite Inggris di Belantara Borneo)

Kolam berkedalaman 16 meter ini berada di kompleks Kopassus, Cijantung berdekatan dengan kolam renang Tirta Yudha.

"Kolam ini terdalam se-Asia Tenggara dengan ukuran 21 meter x 15 meter," kata Kapten Inf Wayan Nantra yang diberi tugas mengelola kolam Tribuana bekerja sama dengan Mares, dilansir dari buku Kopassus untuk Indonesia, Kamis (11/11/2021).

Wayan melanjutkan, kedalaman kolam tersebut berurutan, mulai dari 5 meter, 10 meter, sampai 16 meter. Sejauh ini, penyelam Kopasssus telah mampu mencatat rekor terlama bertahan di kolam tanpa alat.

"Rekor penyelam Kopassus bisa bertahan 2 menit 30 detik tanpa menggunakan alat di dalam kolam selam tersebut,"sambung Wayan.

Kolam di kompleks Kopassus, Cijantung ini tak hanya digunakan Kopassus. Beberapa kelompok selam juga menggunakan fasilitas tersebut dengan izin khusus.

Kompleks Tribuana Dive Center juga dilengkapi dengan kamar dekompresi atau decompression chamber untuk keselamatan para penyelam. Selain itu, ada fasilitas untuk simulasi operasi di laut dan perairan. Contohnya keberadaan sebuah platform yang menyerupai skid helikopter sebagai tempat simulasi Paska diterjunkan dari helikopter ke perairan untuk menjalankan misi.

Saat ini kata dia, Kopassus mempunyai 40 personel Paska di Desatasemen Pasuka Katak (Den Paska) Satuan 81. Semuanya sudah memiliki kualifikasi khusus dan memegang lisensi penyelam militer. Selain melakukan latihan di kolam ini, latihan Paska juga dilakukan di danau dan laut lepas. Tidak mudah menjadi Paska Kopassus.

Seorang prajurit harus mengikuti pendidikan yang berlangsung ketat selama tiga hingga empat bulan. Dari pendidikan ini, semuanya juga belum tentu lulus. Hanya yang terbaik yang akhirnya menjadi Paska Kopassus. "Dari 30 orang siswa, biasanya hanya 6-7 persen saja yang lulus pendidikan," tutup Wayan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini