Share

Olivia Nathania Anak Nia Daniaty Jadi Tersangka Kasus CPNS Bodong, Diperiksa di Polda Metro Jaya

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 11 November 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 337 2500133 olivia-nathania-anak-nia-daniaty-jadi-tersangka-kasus-cpns-bodong-diperiksa-di-polda-metro-jaya-SQLbPCDGlo.jpg Olivia Nathania. (Foto: MPI)

JAKARTA - Anak Nia Daniaty, yakni Olivia Nathania (Oi) mendatangi Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai tersangka. Dia terlibat kasus rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) bodong di Polda Metro Jaya.

Dia bahkan datang lebih awal dari jadwal pemeriksaan. Penetapan tersangka tersebut dibenarkan kuasa hukum Oi, Susanti Agustina.

Kliennya telah tiba di Polda Metro Jaya sejak pukul 07.00 WIB untuk memenuhi panggilan penyidik dengan kapasitas sebagai tersangka.

"Panggilan hari ini sebagai tersangka bukan saksi lagi, sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jadi panggilan tersangka," kata Susanti Agustina saat dihubungi, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Terkuak! Anak Jenderal Andika Perkasa Ternyata Bukan Orang Biasa


Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Ibu dan Anak: Yosef Masuki TKP Sehari Pascakejadian

Dia menjelaskan, bahwa kliennya diperiksa untuk dimintai keterangan tambahan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Oi dimintai keterangan tambahan dari hasil penyelidikan saksi-saksi, karena kan sudah jadi tersangka," lanjutnya.

Susanti menyebut surat penetapan tersangka terhadap Oi telah diterima sejak dua hari yang lalu, yakni Selasa (9/11/2021). Terkait dengan perkara ini, Oi terancam Pasal 372 tentang Penggelapan dan Pasal 378 juncto Pasal 263 tentang Penipuan.

Sebagai informasi, Oi dan suaminya Rafly N Tilaar dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas aksi penipuan dan penggelapan CPNS serta pemalsuan surat sejak 2019 lalu. Laporan tersebut tercacat dengan nomor STTLP/B/4728/IX/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 24 September 2021.

Kuasa hukum 225 korban, Odie Hudianto menjelaskan keduanya mengaku dapat memasukkan seseorang untuk lolos posisi PNS melalui jalur prestasi dengan modus menggantikan PNS yang meninggal dunia karena Covid-19.

Oi dan Raf memasang tarif yang beragam untuk satu posisi PNS, mulai dari Rp25-150 juta. Sementara nilai kerugian dari 225 korban yang ditipu mencapai Rp9,7 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini