Waspada Potensi Cuaca Ekstrem, BMKG Beberkan Langkah Mitigasi Bencana

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 11 November 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 11 337 2499947 waspada-potensi-cuaca-ekstrem-bmkg-beberkan-langkah-mitigasi-bencana-FcVIJtbtX6.jpg Banjir di Bekasi. (Foto : MNC Portal)

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat hingga puting beliung yang timbul saat musim penghujan. Saat ini hampir seluruh wilayah di Indonesia sudah mulai memasuki musim hujan.

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar mengantisipasi bahaya yang timbul akibat cuaca ekstrem. Potensi bencana yang harus diwaspadai pada saat musim penghujan yakni, banjir bandang, longsor, angin kencang, hingga puting beliung.

"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya potensi bencana hidrometeorologi," kata Deputi Bidang Meteorologi pada BMKG, Guswanto melalui pesan singkatnya, Kamis (11/11/2021).

BMKG membeberkan langkah-langkah mitigasi yang bisa dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya bencana. Salah satunya dengan mengenali lebih jauh lingkungan dan potensi bencana di wilayah tempat tinggal masing-masing.

Baca Juga : Sejumlah Daerah Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Berikut Daftarnya

"Karena salah satu upaya mitigasi sesungguhnya adalah dengan memahami cuaca dan lingkungan tempat kita tinggal, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi yang dapat datang sewaktu-waktu," tuturnya.

Guswanto menyebutkan, pihaknya juga sudah melakukan upaya-upaya mitigasi berupa koordinasi secara pentahelik dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, media massa dan dunia usaha terkait bencana hidrometeorologi.

Koordinasi dilakukan melalui update informasi cuaca, potensi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah bencana. Peringatan dini cuaca juga kerap di-update setiap hari oleh BMKG.

"Termasuk peningkatan Sistem Koordinasi Dan Kecepatan Koordinasi antar kementrian, lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, LSM serta pemuka msyarakat di daerah bencana," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini