Fantastis! Kerugian Penerapan PPKM per Minggu Capai Rp5,2 Triliun

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 10 November 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 337 2499569 fantastis-kerugian-penerapan-ppkm-per-minggu-capai-rp5-2-triliun-S0Fb1QaJW2.jpg Luhut ungkap kerugian saat PPKM/ Okezone

JAKARTA - Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk mencegah penularan Covid-19, ternyata banyak mendatangkan kerugian yang besar. Bahkan, dalam satu minggu saja, kerugian ditaksir mencapai Rp5,2 Triliun.

(Baca juga: Buka saat PPKM, Griya Pijat di Tebet Disegel Satpol PP)

"PPKM itu satu minggu kita rugi Rp5,2 Triliun. Itu lapangan pekerjaan yang hilang berapa banyak, orang yang enggak kerja berapa banyak? Itukan harga yang sangat mahal," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Podcast Deddy Corbuzier, Rabu (10/11/2021).

(Baca juga: Hari Pahlawan: Jokowi Beri Bintang Jasa kepada 300 Nakes Korban Covid-19)

Oleh karenanya, Luhut meminta masyarakat untuk bersabar melakukan mobilitas besar-besaran. Terutama, menjelang momentum yang berdekatan dengan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Karena gini, pergerakan masyarakat yang terlalu besar, tanpa ada pemeriksaan dan pengendalian itu sama aja penyakit itu berpindah tempat lebih cepat. Tapi kan buat kita itu, kita mau super hati-hati atau kembali lagi nanti PPKM," jelasnya.

Luhut mengatakan, dengan latar belakang militer yang dimilikinya, tentu dia tidak berpikir terlalu singkat dalam tiap pengambilan keputusan. Menurutnya, meskipun kasus Covid-19 di Indonesia telah landai, masyarakat jangan terlebih dulu bereuforia.

"Saya kan latar belakang tentara, jadi saya selalu konservatif melihat itu, jadi artinya bahasa militer kita, bertahap, bertingkat, berlanjut. Jadi jangan semua keliatan sudah bagus langsung bebas," ungkapnya.

"Di operasi militer juga banyak begitu. Wah ini udah selesai nih, jadi kita rileks. Tau-tau justru disitu serangan itu. Sekarang dengan covid-19 ini sama juga. Delta varian ini kita enggak ngerti kelakuannya dengan benar masih banyak unknown sampai hari ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini