Ini Analisa BMKG Terkait Gempa M 5 di Selatan Jawa

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 10 November 2021 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 337 2499519 ini-analisa-bmkg-terkait-gempa-m-5-di-selatan-jawa-nsdK8gxzsq.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan hari Rabu, 10 November 2021 pukul 09.50.08 WIB wilayah Selatan Jawa diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo awal M= 5,0 dengan magnitudo update M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,6 LS; 105,84 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 109 km arah Barat Daya Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 47 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktifitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ),” ujar Bambang dalam keterangannya, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga : Tengah Malam, Jawa Tengah Diguncang Rentetan Gempa Darat

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Malingping, Cikakak III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Palabuhanratu II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga hari Rabu, 10 November 2021 pukul 10.20 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini