Share

5 Guru yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional, Siapa Saja?

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Rabu 10 November 2021 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 337 2499329 5-guru-yang-mendapat-gelar-pahlawan-nasional-siapa-saja-oVyj80ofJO.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Profesi guru merupakan profesi yang mulia. Di mana seorang guru membutuhkan dedikasi serta kesabaran yang tinggi guna mendidik.

Dari sekian banyak gelar pahlawan nasional yang diberikan, ternyata terdapat pahlawan nasional yang berprofesi sebagai guru. Berikut daftarnya.

1. Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebiih dikenal dengan Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Dia memulai pergerakannya dalam dunia pendidikan dengan mendirikan Taman Siswa.

Tujuan mendirikan Taman Siswa adalah memberikan hak pendidikan yang sama kepada rakyat pribumi. Saat itu pendidikan hanya menjadi hak kaum bangsawan dan Belanda.

Pengabdiannya pada dunia pendidikan membuat Ki Hajar Dewantara menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Ki Hajar Dewantara dikukuhkan sebagai pahlawan nasional pada 28 November 1959.

2. Jenderal Soedirman

Soedirman lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916. Awalnya Soedirman bukanlah seorang tentara, dia adalah seorang guru. Karier Soedirman menjadi pendidik muncul ketika memutuskan belajar di Kweekschool (sekolah guru) di Surakarta yang dikelola Muhammadiyah selama 1 tahun.

Kemudian dia mengajar di SD Muhammadiyah. Ketika menjadi guru, dia mendidik muridnya melalui pendekatan moral. Setelah beberapa tahun kemudian Soedirman diangkat menjadi kepala sekolah. Jenderal Soedirman diangkat menjadi pahlawan nasional tanggal 10 Desember 1964.

Follow Berita Okezone di Google News

3. KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan lahir dengan nama asli Muhammad Darwisy di Yogyakarta, 1 Agustus 1868. Dia berperan besar mendirikan pusat pendidikan Islam yaitu Muhammadiyah. Ahmad Dahlan menjadi anggota Boedi Oetomo pada 1906.

Di sana, dia memberikan pelajaran agama kepada priyayi. Kemudian, dia mendirikan sekolah dengan sistem pendidikan modern dengan dukungan dari kalangan priayi.

Atas jasanya dalam membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia melalui pembaharuan Islam serta pendidikan, pemerintah Indonesia menetapkan Ahmad Dahlan sebagai pahlawan nasional dengan Surat Keputusan Presiden Nomor 657 tahun 1961.

4. Raden Dewi Sartika

Raden Dewi Sartika dikenal sebagai orang yang memperjuangkan orang pribumi khususnya perempuan untuk mengenyam pendidikan. Sejak kecil Dewi Sartika terlihat mempunyai bakat untuk mengajar. Pada 1904, dia mendirikan Sekolah Istri.

Sekolah tersebut berkembang pesat dan akhirnya pada 1929, sekolah tersebut berganti nama Sekolah Raden Dewi. Raden Dewi Sartika diberi gelar Pahlawan Nasional pada 1 Februari 1966.

5. Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, 21 April 1879. Dia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Dia pernah merasakan sekolah di Europese Lagere School (ELS). Namun dia berhenti sekolah karena akan dinikahkan. Setelah menjadi seorang istri, Kartini tetap bersemangat menjadi guru dan mendirikan sekolah.

Kemudian Kartini mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang. Berkat jasanya, R.A Kartini diberi gelar pahlawan nasional pada 2 Mei 1964.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini