Share

Mesin Perang Inggris Bombardir Surabaya dari Segala Penjuru Usai Kematian Mallaby

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 10 November 2021 05:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 337 2499254 mesin-perang-inggris-bombardir-surabaya-dari-segala-penjuru-usai-kematian-mallaby-wOYfHBUOWY.jpg Mesin perang inggris di suarabaya/ repro

KOTA Surabaya menjadi ajang pertempuran dahsyat antara pejuang Indonesia dengan sekutu, tepat hari ini 76 tahun silam. Peristiwa ini sekaligus menjadi pertempuran pertama Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

(Baca juga: Kisah Heroik Bung Tomo dan Kolonel Sungkono, Motor Gelombang Gerakan 10 November)

Oleh karena itu, setiap tanggal 10 November dijadikan Hari Pahlawan untuk mengenang jasa pahlawan pertempuran Surabaya. Peringatan Hari Pahlawan didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno.

Peristiwa tersebut dipicu oleh tewasnya Brigjen Aubertin Walter Sothern Mallaby. Kematian jenderal Inggris ini menjadi pematik Pertempuran Surabaya.

(Baca juga: Sambut Hari Pahlawan, KAI Bagikan 11.000 Voucher Tiket Kereta Gratis)

Namun sebelum pertempuran sengit pada 10 November 1945, sebenarnya terjadi pertempuran permulaan selama tiga hari di Surabaya antara tentara Inggris dan sekutu dengan arek – arek Surabaya. Pertempuran ini terjadi pada 28 – 30 Oktober 2020 di beberapa titik salah satunya di Gedung Internatio di daerah Krembangan.

Mengutip buku ‘The British Occupation of Indonesia: 1945-1946” karya Richard McMillan, Mallaby berangkat bersama Kapten Shaw, Smith dan Laughland dengan dikawal sejumlah pemimpin Surabaya, seperti Roeslan Abdulgani, Soedirman, Sungkono, Doel Arnowo dan Kundan, tokoh masyarakat India di Surabaya yang bertindak sebagai penerjemah.

Konvoi itu disambut kerumunan masssa ‘arek-arek Suroboyo’ dan Kapten Shaw, diberi mandat oleh Mallaby untuk bicara langsung pada pimpinan tentara Inggris yang terperangkap, Mayor Venugopal, komandan Mahratta ke-5 dan 6 dari Kompi D – pasukan yang terkepung di Gedung Internatio.

Namun belum selesai pembicaraan di dalam gedung, muncul tembakan dari arah dalam ke luar gedung. Sontak, para pemuda yang berkerumun di luar gedung bereaksi membalas tembakan. Di tengah baku tembak, dua pemuda muncul di balik pintu mobil dan Kapten Laughland melihat keduanya mencoba membuka katup bensin mobil. Laughland pun mengusir keduanya dengan tembakan karena takut mobil akan dibakar.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Namun kemudian keduanya kembali dan sempat bicara singkat. Satu dari pemuda itu mengeluarkan revolver dan menembak Mallaby. Smith dan Laughland yang juga masih di dalam mobil pun ketakutan dan spontan, melemparkan granat, satu-satunya senjata yang mereka punya ke arah dua pemuda. Laughland dan Smith pun berhasil kabur dengan menceburkan diri ke Kali Mas. Mereka menyelam dan berhasil sampai ke pos Inggris dekat pelabuhan.

Dari kedua perwira inilah, kisah soal penembakan Mallaby disampaikan. Sementara itu, dalam buku “Friends and Exiles: A Memoir of the Nutmeg Isles and the Indonesian Nationalist Movement” karya Des Alwi, sehari kemudian Inggris meradang.

Inggris memperkuat pasukan dengan mendatangkan sejumlah tank dan pesawat tempur Supermarine Spitfire. Inggris pun memborbardir Surabay dari darat, laut dan udara. Namun, aksi mesin perang juara perang dunia kedua tersebut, mendapat perlawanan sengit dari arek-arek Suroboyo.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini