Share

Anies Baswedan Hadiri Ijtima Ulama Komisi Fatwa MUI

Riezky Maulana, iNews · Selasa 09 November 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 337 2498980 anies-baswedan-hadiri-ijtima-ulama-komisi-fatwa-mui-5As9JqEjPJ.jpg Anies Baswedan menghadiri acaa ijtima ulama MUI (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada hari ini, Selasa (9/11/2021)i menggelar Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ke-VII hingga Kamis mendatang di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Acara pada hari ini turut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kehadiran Anies terlihat dari pantauan MNC Portal di kanal Youtube MUI yang menayangkan langsung jalannya acara. Menggunakan batik berwarna hijau dan kopiah hitam, Anies duduk bersebelahan dengan Ketua Umum MUI KH Miftach Akhyar dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan.

Tepat di belakang kursi Anies, terlihat pula Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Muhammad Cholil Nafis. Ijtima Ulama VI sendiri berlangsung pada 2018 lalu di Pondok Pesantren Al Falah, Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Ketua MUI Bidang Fatwa, yang juga Ketua Panitia Ijtima Ulama KH Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, agenda Ijtima kali ini akan membahas pelbagai persoalan strategis. Mulai dari masalah kebangsaan, masalah fikih kontemporer, serta masalah hukum dan perundangan-undangan.

Dia menjelaskan, dalam forum ini akan dibahas masalah strategis kebangsaan di antaranya tentang dhawabith dan kriteria penodaan agama, jihad dan khilafah dalam bingkai NKRI, panduan pemilu yang lebih masalahat, distribusi lahan untuk pemerataan dan kemaslahatan, serta masalah perpajakan.

Baca Juga : Gelar Ijtima Komisi Fatwa Se-Indonesia, MUI Bakal Bahas soal Khilafah hingga Pinjol

Di samping itu, akan membahas juga mengenai hukum pernikahan online. Lalu, masalah lain yang dibahas adalah masalah fikih kontemporer seperti nikah online, cyptocurrency, pinjaman online, transplantasi rahim, zakat perusahaan, penyaluran dana zakat dalam bentuk qardh hasan, dan zakat saham.

"Untuk masalah hukum dan perundang-undangan, Ijtima akan membahas tinjauan atas RUU Minuman Beralkohol, tinjauan atas RKUHP terkait perzinaan, dan tinjauan atas peraturan tata kelola sertifikasi halal," jelas Niam.

Ijtima ini pun diikuti 700 ulama fatwa se-Indonesia. Acara dilaksanakan secara hybrid, kombinasi peserta luring di Hotel Sultan Jakarta berjumlah 250 orang dan secara daring.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini