Share

Kisah Untung Surapati Dijual Ayahnya kepada VOC untuk Modal Perang

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 09 November 2021 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 09 337 2498787 kisah-untung-surapati-dijual-ayahnya-kepada-voc-untuk-modal-perang-RIstndbh9o.jpg Untung Surapati (foto: ist)

PAHLAWAN nasional Untung Surapati sempat menjadi budak di kapten kapal bernama Kapten Moor pada tahun 1667. Konon saat dijual sebagai budak itu Untung Surapati masih berusia 7 tahun.

Konon asal mula Untung Surapati dijual menjadi budak di kapten kapal Belanda berawal dari tunggakan pajak yang dialami ayahnya Raden Panji Wanayasa. Hal ini sebagaimana dikisahkan pada buku "Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati" tulisan Sri Wintala Achmad.

Baca juga:  Untung Surapati, Pejuang Keturunan Raja Udayana yang Sempat Jadi Budak

Dikisahkan saat itu, Untung Surapati yang masih keturunan Raja Udayana turut dijual raja Bali sebagai pembiayaan perang. Kebetulan saat itu Bali sedang menghadapi peperangan melawan VOC, sehingga membutuhkan pundi-pundi uang untuk membiayai peperangan tersebut.

Dimana sebelum kedatangan VOC, Bali terlebih dahulu mengalami peperangan antar kerajaan. Kerajaan terbesar pecahan Bali adalah Buleleng. Tetapi sebuah peperangan dan gugurnya anak sang raja di medan peperangan, membuat sang raja bernama Panji Sakti memilih untuk menepi dan turun tahta, menjadi seorang pertapa.

Baca juga:   Sayembara Belanda, Kepala Cucu Untung Surapati Dibandrol 500 Dollar Spanyol

Pasca pemerintahan Panji Sakti inilah Kerajaan Mengwi mulai eksis dengan di bawah pimpinan Anak Agung Putu. Di sinilah diduga sang ayah Untung Surapati juga merupakan bagian dari prajurit Kerajaan Buleleng yang kalah perang sekaligus bagian dari pemberontak. Manakala Kerajaan Mengwi berkuasa dan menjalin persahabatan dengan Blambangan, VOC masuk dan mulai terjadi peperangan.

Di sini kemudian perlawanan kerajaan - kerajaan dilakukan, termasuk melalui peperangan. Perlawanan bukannya tak dilakukan, tetapi minimnya keuangan dan modal, membuat kerajaan Bali membutuhkan modal untuk melakukan penyerangan. Salah satu cara mendapat masukan yakni dengan menjual budak - budak hasil kalah perang dari lawan, penunggak pajak kerajaan, atau pemberontak.

Di sisi lain, karena berpengalaman di bidang militer, budak - budak dari Bali direkrut sebagai tentara kolonial dalam politik ekspansinya. Pada masa inilah Untung Surapati kecil yang saat itu masih dikenal dengan nama asli Surawiraaji juga turut dijual oleh raja Bali pada bangsa kolonial Belanda.

Ada dua sumber Surawiraaji atau Untung Surapati siapa juragan pertamanya sebagai budak saat berusia 7 tahun. Sumber pertama Surawiraaji sempat menjadi budak Peter Cnoll, yang merupakan kepala pedagang organisasi VOC di Batavia. Sesudah Peter Cnoll meninggal, Surawiraaji dilimpahkan pada Cornelis Cnoll, yang terkenal kejam dan bengis.

Oleh karena itulah, Untung Surapati sakit hati pada majikannya dan memilih melarikan diri hingga menjadi buronan VOC di usia belasan tahun. Sumber lain, Surawiraaji semula dijual kapten kapal Belanda Van Berber dari Makassar. Oleh Van Berber, Untung Surapati kecil dijual kepada Edele Heer Moor di Batavia. Tetapi ada sumber lain sebagaimana di Babad Tanah Jawa, Surawiraaji dibeli Edele Heer Moor bukan melalui Van Berber, melainkan dibeli langsung dari Bali.

Meski demikian, ada kesamaan dari beberapa sumber yang memastikan bahwa Untung Surapati yang bernama asli Surawiraaji adalah budak dari majikan Belanda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini