Selidiki Kasus Dugaan Kekerasan di Lapas, Komnas HAM Bertolak ke Yogyakarta Pekan Ini

Riezky Maulana, iNews · Senin 08 November 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 337 2498464 selidiki-kasus-dugaan-kekerasan-di-lapas-komnas-ham-bertolak-ke-yogyakarta-pekan-ini-uVqFOFTjwY.jpg Komisioner Komnas HAM Choirul Anam. (Foto : Ist)

JAKARTA - Komnas HAM bakal berangkat ke Yogyakarta guna menindaklanjuti dugaan terjadinya tindak kekerasan dan pelecehan terhadap seorang warga binaan Vincentius Titih. Vincentius merupakan mantan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam memaparkan, nantinya di Yogyakarta pihaknya menggali keterangan dari sejumlah pihak.

"Kami berencana minggu ini akan datang ke Yogyakarta, melihat langsung, menggali berbagai keterangan. Sehingga apa yang sebenarnya terjadi semakin terang benderang," ujar Anam selepas melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DIY Budi Argap Situngkir, Senin (8/11/2021).

Anam memaparkan, dalam pertemuan tersebut Kemenkumham DIY berkomitmen untuk terbuka terhadap kritik. Menurut dia, bila ada yang salah, tak segan untuk dilakukan perbaikan. Sementara hal yang baik akan dipertahankan.

Anam menuturkan, Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta adalah lapas yang mendapat predikat manajemen baik.

Baca Juga : Kemenkumham Tindak Tegas Petugas Lapas Yogyakarta Jika Terbukti Menyiksa Narapidana

"Kemenkumham di wilayah kerja Pak Budi itu bersemangat untuk memperbaiki kalau memang ada yang salah, diperbaiki. Kalau ada yang baik, ya akan dipertahankan. Karena memang statusnya dapat bersinar, dapat satu penghargaan lapas cukup lumayan baik khususnya dalam konteks narkotika," bebernya.

Dalam pertemuan itu, Kemenkumham DIY memberikan informasi awal terkait dengan kasus tersebut. Pembahasan itu termasuk soal tindakan yang diambil pasca-terjadinya dugaan tindak kekerasan.

"Tadi kita juga disampaikan berbagai informasi, walaupun masih bersifat umum, tapi informasinya cukup mendasar. Jadi apa yang terjadi, bagaimana itu berlangsung, dan apa yang sudah diambil tindakannya, dan bgm konteks masing-masing peristiwa," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini