Wakil Ketua DPR : Jenderal Andika Perkasa Soroti Serius Masalah Papua

Carlos Roy Fajarta, · Sabtu 06 November 2021 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 06 337 2497705 wakil-ketua-dpr-jenderal-andika-perkasa-soroti-serius-masalah-papua-tepElSZUL6.jpg Jenderal Andika Perkasa di Gedung DPR (Foto : MPI)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Lodewijk Freidrich Paulus menyebutkan persoalan stabilitas Papua menjadi sorotan utama dalam pemaparan dan pembahasan lebih dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Tadi kita telah melaksanakan salah satu kegiatan fit and proper test calon Panglima TNI dan suasana di dalam saya pikir bagus banget kondusif. Pak Andika telah memaparkan visi dan misi nya, salah satunya yang dibahas adalah masalah Papua," ujar Lodewijk Freidrich Paulus, Sabtu (6/11/2021) di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Gedung Nusantara II.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut menyebutkan persoalan Papua menjadi perhatian utama dari Calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

"Prioritas salah satu masalah papua. Yang beliau angkat bagaimana pendekatan penyelesaian Papua dengan memanfaatkan operasi pembinaan teritorial," kata Lodewijk Freidrich Paulus.

Ia menyebutkan pendekatan utama yang dilakukan TNI di bawah kepemimpinan Andika Perkasa adalah menggunakan senjata sosial komunikasi.

"Artinya, dia tidak menggunakan katakan sistem senjata Tetapi lebih kepada sistem sistem senjata sosial artinya komunikasi. Andalan dia bukan satuan tempur tapi satuan-satuan teritorial yang digelar mulai dari babinsa, tantamil, dan kodim dan itu yang diperkuat," lanjut Lodewijk Freidrich Paulus.

Baca Juga : Anggota Komisi I Kompak Selfie dengan Calon Panglima TNI Jenderal Andika

Ia menyebutkan prinsip yang disampaikan Andika Perkasa adalah memenangkan pertempuran tanpa peperangan.

"Artinya ada pendekatan lunak yang dia lakukan, pendekatan sosial yang dilakukan ujung-ujungnya masalahnya juga bisa diselesaikan. Kita berharap demikian," tutur Lodewijk Freidrich Paulus.

Andika Perkasa, kata Lodewijk akan menurunkan personel khusus dari Angkatan Darat untuk melakukan komunikasi persuasif terkait polemik yang terjadi di Papua.

"Pak Andika sudah mulai dengan menggelar satuan-satuan teritorial di sana, karena diambil dari seluruh prajurit angkatan darat tentunya diseleksi karena berbicara ada kriteria khusus bagi seorang prajurit," jelasnya.

Lebih lanjut, Lodewijk Freidrich Paulus menyebutkan Andika Perkasa akan melaksanakan strategi satuan bimter terkait Papua.

'Intinya pola pendekatan dengan memanfaatkan satuan-satuan bimter di sana, satuan-satuan teritorial itu waktu beliau KSAD berbicara bimter-nya dilakukan Koramil tapi intinya di sana kalo bicara komando kewilayahan ada disana. Ada korps yang luas dan bisa menyentuh sampai ke desa babinsa juga berperan di sana," pungkas Lodewijk Freidrich Paulus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini