Share

Irjen Napoleon Aniaya M Kece, 2 Polisi Penjaga Rutan Bareskrim Dimasukan Sel Khusus

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 05 November 2021 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 337 2497418 irjen-napoleon-aniaya-m-kece-2-polisi-penjaga-rutan-bareskrim-dimasukan-sel-khusus-hBHkSkyBcK.jpg Irjen Napoleon AnIaya M Kece, Dua Polisi Dimasukan Sel Khusus/medsos

JAKARTA - Dua penjaga rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Bripka Wandoyo Edi dan Bripda Saep Sigit dimasukan ke dalam sel khusus Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) lantaran dinilai lalai saat bertugas yang akhirnya terjadi penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama, M Kece.

(Baca juga: Laporan Penganiayaan M Kece Oleh Irjen Napoleon Masih Berjalan)

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa keputusan itu didasarkan pada hasil sidang disiplin yang dijalankan keduanya pada Rabu 3 November 2021 lalu.

(Baca juga: Kasasi Ditolak, Status Irjen Napoleon di Kepolisian Segera Diputuskan Polri)

"Hasil sidang disiplin pelanggaran disiplin terhadap 2 anggota jaga tahanan pada tanggal 3 Nopember 2021 telah memberikan sanksi penempatan khusus (patsus) selama 7 hari di Div Propam Polri," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Dalam perkara ini, Ramadhan menjelaskan, keduanya bukan ditahan sebagaimana merupakan hukuman bagi pelanggar tindak pidana. Melainkan, mereka bersalah dalam dugaan pelanggaran disiplin karena dinilai lalai mengawasi Rutan Bareskrim Polri.

"Bukan ditahan. Kalau ditahan itu kan tindak pidana. Tapi ini istilahnya penempatan khusus. Kalau tahanan itu dia pidana, dia kan bukan melanggar pidana tapi melanggar disiplin," tutup Ramadhan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sekadar diketahui, Bareskrim menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan Kece. Salah satunya adalah Irjen Napoleon Bonaparte.

Empat tersangka lainnya merupakan tahanan ataupun narapidana yang ditempatkan di Rutan Bareskrim. Mereka ialah tahanan kasus uang palsu berinisial DH, lalu narapidana kasus Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berinisial DW, narapidana kasus penipuan dan penggelapan berinisial H alias C alias RT dan narapidana kasus perlindungan konsumen berinisial HP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini