Share

BNPB Dirikan Posko Utama Penanganan Bencana Banjir Bandang Kota Batu

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 05 November 2021 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 337 2497412 bnpb-dirikan-posko-utama-penanganan-bencana-banjir-bandang-kota-batu-SoSWNlMI2Q.jpg BNPB dirikan posko utama banjir bandang kota batu/ Humas BNPB

KOTA BATU – Banjir bandang yang melanda Kota Batu, Malang Jawa Timur, mengakibatkan belasan rumah rusak dan ratusan warga mengungsi.

(Baca juga: Berikut Identitas Korban Hilang dan Tewas Banjir Bandang di Kota Batu)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pihak terkait, langsung mengambil langkah dalam penanganan pascabanjir bandang.

Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, mengungkapkan BNPB mendorong pemerintah daerah untuk menetapkan status tanggap darurat dan membentuk klaster pendukung percepatan penanganan.

(Baca juga: Material Lumpur hingga Sapi, Pemandangan Pasca Banjir Bandang Kota Batu)

"Perlu adanya status darurat bencana, disarankan dua minggu ke depan, kemudian mendirikan posko utama dan membentuk klaster-klaster antara lain klaster pencarian, klaster yang mengurus pengungsi, logistik, dapur umum, psikosial, klaster sarana pra sarana, klaster kesehatan dan klaster pemulihan untuk mengurus terkait pendataan rumah yang rusak," ujar Lilik saat memberikan arahan pada Rakor Penanganan Banjir di Kota Batu, Jumat (5/11/2021).

Dia juga mengimbau agar pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terkait kemungkinan adanya bencana susulan, mengingat musim hujan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

"Mengantisipasi bahaya susulan, hujan belum berhenti kemungkinan sampai Desember bahkan Januari masih akan turun hujan, harus ada sistem peringatan dini yang dibangun, minimal ada petugas yang memantau keadaan di atas (hulu sungai) untuk kemudian diinformasikan ke posko," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu, menjelaskan perkembangan penanganan bencana banjir di Kota Batu.

"Sejak semalam total alat berat diturunkan 7 unit, dump truck 7 unit, truk tangki 2 unit dikerahkan untuk percepatan penanganan pascabanjir di Kota Batu," kata Agung.

Hingga Jumat (5/11) pukul 11.00, BPBD mencatat terdapat belasan rumah rusak dan 142 warga mengungsi akibat banjir bandang

"Kerugian tercatat oleh kami ada 17 unit rumah rusak, 28 motor rusak, 4 mobil rusak, 8 hewan ternak hilang dan 142 warga mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman," tutupnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini