Kasus Pencucian Uang, KPK Periksa Pengelola Rumah Jabatan DPR di Kalibata

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 05 November 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 337 2497230 kasus-pencucian-uang-kpk-periksa-pengelola-rumah-jabatan-dpr-di-kalibata-LAzE7lsLid.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mantan Anggota DPR RI, Yudi Widiana Adia (YWA). Belakangan, KPK disinyalir sedang menelusuri sejumlah aset milik Yudi Widiana yang berasal dari hasil tindak pidana korupsi.

Sejumlah aset milik Yudi Widiana Adia ditelusuri melalui tiga saksi pada hari ini. Ketiga saksi tersebut yakni, Pengelola Rumah Jabatan Anggota DPR RI di Kalibata Jakarta, Syamsul Hadi. Kemudian, dua pihak swasta yang diduga rekan Yudi Widiana, Tri Hasta Buwana dan Ratih Julikowati Margopuri.

"Ketiganya dipanggil sebagai saksi untuk penyidikan tersangka YWA," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (5/11/2021).

Pemeriksaan terhadap ketiga saksi tersebut bakal dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Hingga kini, belum diketahui apakah ketiganya memenuhi panggilan pemeriksaan KPK atau tidak.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan Yudi Widiana Adia sebagai tersangka TPPU pada Februari 2018, silam. Yudi Widiana sendiri merupakan terpidana kasus suap usulan proyek di bawah KemenPUPR.

Yudi dinyatakan terbukti bersalah karena menerima sekira Rp20 miliar saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR. Uang sebesar Rp20 miliar tersebut berasal dari pproyek-proyek KemenPUPR di Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan.

Baca Juga : Perkuat Sistem Keuangan, Jurus PPATK Cegah Tindak Pencucian Uang

Uang sekira Rp20 miliar itu kemudian disimpan Yudi secara tunai atau telah diubah menjadi aset tidak bergerak dan bergerak seperti tanah di beberapa lokasi dan sejumlah mobil yang menggunakan nama pihak lain. KPK menemukan ketidaksesuaian antara penghasilan Yudi dengan aset yang dimilikinya.

Atas perbuatannya, Yudi disangkakan melanggar dengan Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini