Share

Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan KPK, Eks Bupati Bandung Barat Pertimbangkan Banding

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 05 November 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 337 2497201 divonis-lebih-ringan-dari-tuntutan-kpk-eks-bupati-bandung-barat-pertimbangkan-banding-ci4dZjFEds.jpg Aa Umbara Sutisna (Foto : MPI/Agung)

BANDUNG - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung telah menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada eks Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut vonis tujuh tahun penjara. Aa Umbara sendiri menjadi satu-satunya terdakwa yang dijatuhi vonis hukuman pidana.

Adapun dua terdakwa lainnya, yakni Andri Wibawa yang juga anak Aa Umbara dan pengusaha M Totoh Gunawan divonis bebas dalam kasus pengadaan paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat itu.

"Secepatnya kami akan minta izin kepada pihak rutan (rumah tahanan) untuk bertemu dan berdiskusi (dengan Aa Umbara) terkait dengan putusan untuk menentukan langkah hukum ke depannya," ujar Rizky Dirgantara, kuasa hukum Aa Umbara kepada wartawan, Jumat (5/11/2021).

Diketahui, dalam putusannya yang dibacakan, Kamis (4/11/2021) kemarin, majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menyatakan bahwa Aa Umbara terbukti bersalah dalam dua dakwaan. Aa Umbara dinilai melanggar Pasal 12 huruf i dalam dakwaan pertama, sedangkan dakwaan kedua dinilai melanggar Pasal 12 huruf B.

"Dalam putusannya kemarin, hakim menilai seluruh unsur pasal, baik dakwaan ke satu dan dakwaan kedua terpenuhi," ujar Rizky.

Rizky menyoroti pertimbangan hakim yang menyebut ada fee enam persen dari terdakwa M Totoh Gunawan kepada Aa Umbara. Padahal, tegas Rizky, berdasarkan fakta persidangan, tidak ada fee enam persen dari pengadaan paket bansos COVID-19 untuk Aa Umbara.

"Terkait dengan fee enam persen, hakim masih mempertimbangkan itu. Faktanya kan jaksa juga berkeyakinan itu terbukti, salah satunya dari sadapan, sementara orang yang ada dalam sadapan itu sudah membantah," jelasnya.

"Lalu terkait dengan subjek hukum bahwa pertimbangan yang sama idealnya diberikan kepada Aa Umbara karena Aa Umbara juga bukan subjek yang dapat dipersalahkan Pasal 12 huruf i karena itu untuk pejabat pengadaan," tandas Rizky.

Baca Juga : Anak Eks Bupati Bandung Barat Divonis Bebas Terkait Korupsi Bansos, Ini Respons KPK

Sebelumnya diberitakan, Eks Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna terbukti bersalah melakukan korupsi pengadaan paket bansos Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat dan divonis lima tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap Aa Umbara Sutisna dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 250 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan selama enam bulan," tegas pimpinan majelis hakim, Surachmat dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (4/11/2021).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Surachmat menyatakan, Aa Umbara terbukti melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 huruf B UU Tipikor Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHPidana.

 

Selain hukuman bui, Aa Umbara juga mendapatkan hukuman pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti atas apa yang diterimanya selama melakukan korupsi senilai Rp2,7 miliar.

"Jika tidak dibayar selama satu bulan, maka harta benda disita jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Bila tidak mempunyai harta mencukupi, dipidana penjara satu tahun," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini