Share

Jadi Tersangka, Orang Kepercayaan Zumi Zola Kecipratan Uang Haram Rp6 Miliar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 05 November 2021 04:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 337 2496925 jadi-tersangka-orang-kepercayaan-zumi-zola-kecipratan-uang-haram-rp6-miliar-bS47emK2kz.jpg Konferensi pers KPK. (Foto: Arie Dwi)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tangan kanan alias orang kepercayaan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola, Apit Firmansyah (AF) sebagai tersangka. Apit Firmansyah selaku pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi di lingkungan Pemprov Jambi tahun 2016 sampai 2021.

Apit Firmansyah diduga turut membantu Zumi ZolaĀ memalak atau meminta sejumlah fee dari para kontraktorĀ yang mengerjakan berbagai proyek di Provinsi Jambi. Dari hasil kejahatannya tersebut, Apit diduga kecipratan uang haram sebesar Rp6 miliar. Belakangan, Apit telah mengembalikan Rp400 juta ke KPK.

"AF diduga menerima dan menikmati uang sejumlah sekitar Rp6 miliar untukĀ keperluan pribadinya dan yang bersangkutan saat ini sudah melakukan pengembalianĀ sejumlah Rp400 juta ke KPK," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Setyo Budiyanto di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2021).Ā 

Dari informasi yang dikantongi KPK, kata Setyo, Apit Firmansyah merupakan orang yang selalu dipercaya Zumi Zola. Apit pernah mendampingi Zumi Zola melakukan kampanye saat mencalonkan diri sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur pada tahun 2010.

Baca juga:Ā Anak Eks Bupati Bandung Barat Divonis Bebas Terkait Korupsi Bansos, Ini Respons KPK

"SaatĀ Zumi Zola terpilih menjadi Bupati Tanjung Jabung Timur, AF semakin dipercaya untuk terus mendampingi, membantu dan mengurus berbagai kegiatan dinas sampai dengan keperluan pribadi Zumi Zola," imbuhnya.

Kedekatan Apit tersebut berlanjut hingga Zumi Zola terpilih sebagai Gubernur Jambi periode 2016-2021. Saat Zumi menjabat Gubernur Jambi, Apit Firmansyah kembali dipercaya untuk mengurus semua keperluannya. Salah satunya, mengelola kebutuhan dana operasional Zumi Zola.

"Kebutuhan dana operasional dikumpulkan dengan meminta sejumlah fee proyek dari para kontraktor yang mengerjakan berbagai proyek di Provinsi Jambi," terang Setyo.

Apit Firmansyah berhasil mengumpulkan total Rp46 miliar dari meminta fee ke sejumlah pengusaha yang menggarap proyek di Jambi. Uang sebanyak Rp46 miliar itu diduga digunakan untuk kebutuhan keluarga Zumi Zola hingga diberikan ke sejumlah anggota DPRD Jambi.

"Adapun, total yang telah dikumpulkan oleh AF sekitar sejumlah Rp46 miliar, di mana dari jumlah uang tersebut sebagaimana perintah Zumi Zola, sebagian diberikan kepada anggota DPRD Provinsi Jambi terkait uang ketok palu pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2017," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Apit Firmansyah disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 dan Pasal 12B atau Pasal 11Ā Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jp Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini