Share

Sambangi Mabes AD, Mahfud MD Apresiasi Kerja Keras Bantu Pemerintah Tangani Covid-19

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Jum'at 05 November 2021 00:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 337 2496918 sambangi-mabes-ad-mahfud-md-apresiasi-kerja-keras-bantu-pemerintah-tangani-covid-19-qJHJBgZrAO.jpg Mahfud MD. (Foto: Dok Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyambangi Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Dalam kunjungannya Mahfud disambut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa yang juga calon tunggal Panglima TNI mendatang. 

Mahfud menyampaikan tribute atas kinerja TNI dalam melaksanakan pesan sejarah dan amanat konstitusi serta membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19.  

"Pada kesempatan yang baik ini, saya akan menyampaikan tribute kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat dan Seluruh Prajurit TNI dimanapun saudara bertugas. Secara umum TNI sudah melaksanakan tugas sesuai dengan pesan sejarah dan amanat konstitusi, termasuk membantu penanganan Covid-19 sehingga kebijakan Pemerintah efektif dan sekarang masuk Level 1 dan 5 (lima) besar terbaik dari 215 negara," ucap Mahfud di Mabes AD, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/11/2021).

Kemudian, Mahfud juga menyampaikan apresiasi kepada TNI yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI, serta responsif dalam penanganan kasus HAM yang dilakukan oleh Kemenko Polhukam.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Undang Mahfud MD Beri Pembekalan Kepada Danrem dan Dandim se-Indonesia

Dalam kesempatan ini, Mahfud juga menjelaskan langkah pemerintah dalam melakukan pendekatan kesejahteraan, pendekatan damai, tanpa kekerasan dan tanpa senjata di Papua. 

"Kebijakan ini, dalam tataran teknisnya antara lain afirmasi berupa Dana Otonomi Khusus, hingga afirmasi di bidang politik dan pendidikan," ujarnya.

Selanjutnya, terkait kebijakan penanganan terhadap kelompok separatis secara politik dilakukan dengan dialog, secara klandestin dilakukan operasi politik, operasi intelijen dan operasi teritorial.   

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Terkait kelompok kriminal yang bersenjata maka dilakukan penegakan hukum dengan menggunakan Undang Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dimana tindakan terorisme dikaitan dengan nama kelompok dan nama pemimpin seperti Egianus Kagoya, Lekagak Telenggen, Militer Murib, Germanius Elobo, Sabinus Waker dan tidak dikaitan dengan nama Papua," tegasnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan agar TNI tetap menjaga netralitasnya ditengah   memanasnya suhu politik menjelang tahun 2024 termasuk pemilu dan pelaksanaan KTT G20.  

"Suhu politik menjelang 2024 didahului Keketuaan Indonesia di G20 dan penyelenggaraan KTT G20 yang kegiatannya mulai akhir tahun ini yakni Desember 2021 hingga pelaksanaan KTT nanti di penghujung tahun 2022, agar benar-benar diantisipasi kerawanan politik dan keamanan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini