Share

Wamenlu Sebut Pernyataan Menteri Inggris soal Deforestasi Menyesatkan, Ini Respon Pemerintah

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Kamis 04 November 2021 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 337 2496688 wamenlu-sebut-pernyataan-menteri-inggris-soal-deforestasi-menyesatkan-ini-respon-pemerintah-1U8G9SM4gI.jpg Wamenlu Mahendra Siregar (Foto: Ist)

JAKARTA - Wamenlu RI, Mahendra Siregar menanggapi pernyataan Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris, Zac Goldsmith mengenai zero deforestation dan COP26 Forest Agreement. Ia menilai penyataan yang dilontarkan Zac tersebut tidak sesuai dengan fakta.

“Pernyataan Menteri Iklim dan Lingkungan Internasional Inggris Zac Goldsmith tentang Zero Deforestation dan COP26 Forest aggrement menyesatkan, karena COP26 sedang berjalan sehingga tentu saja belum ada Agreement apapun yang dihasilkan pada Selasa 2 November lalu,” kata Mahendra dalam keterangan tertulisnya (4/11/2021).

“Sedangkan pertemuan yang dilakukan 2 November di London adalah Leaders Meeting on Forrest and Land Use yang menghasilkan deklarasi. Dalam deklarasi yang dihasilkan itu sama sekali tidak ada terminologi end deforestation by 2030” sambungnya.

Mahendra mengatakan tetaplah fokus dalam pengelolaan hutan, seperti penegasan Presiden Jokowi dalam pidato pembukaan COP26 maupun di Leaders Meeting tanggal 2 November itu.

“Dalam menyikapi pernyataan Goldsmith kita harus mawas diri, jangan lengah dan tidak boleh terpengaruh. Apalagi yang diungkapkan Presiden Jokowi tentang upaya dan pengelolaan hutan kita diapresiasi banyak negara karena memberikan hasil konkret,” ujar Wamenlu dalam keterangan tertulisnya (4/11/2021).

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Mahendra mengatakan Indonesia telah mencapai kemajuan terbesar dalam hal pencegahan karhutla dan deforestasi.

“Ada fakta yang kontras. Kita berhasil mengelola hutan, sementara dibelahan lain termasuk negara-negara maju seperti AS, Australia, dan Eropa dilanda karhutla yang terbesar selama ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Golsmith melalui twitter pribadinya memantik polemik. Dalam twitternya tertanggal 2 November 2021 itu, dan kemudian juga banyak dikutip media, Goldsmith menyinggung seakan-akan ada COP-26 Forest Agreement tanggal 2 November itu, yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Sehingga pernyataan Golsmith yang dijadikan pegangan dan dikutip banyak media juga salah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini