Share

Heboh! Menteri Risma Kejar Pengemis Mengaku Kaki Buntung

Widya Michella, MNC Media · Kamis 04 November 2021 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 337 2496644 heboh-menteri-risma-kejar-pengemis-mengaku-kaki-buntung-acIhtAdxy7.jpg Mensos Risma kejar pengemis mengaku kaki buntung/ Okezone

PONTIANAK- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pernah mengejar seorang pengemis yang mengaku alami disabilitas fisik pada kakinya. Menurutnya, menjadi pengemis selain kehilangan kehormatan dan juga sebagai wujud seseorang yang tidak ingin berusaha.

(Baca juga: Blusukan Dituding Setingan, Mensos: Saya Enggak Hafal Jalan Jakarta)

"Yang pertama kehormatan kita di mana gitu kadang malah kita pernah liat mereka punya mobil, rumahnya bagus tapi kemudian tidak mau susah payah. Kalau aku di Surabaya tak kejar itu, ada yang pura-pura kakinya buntung. Pernah tak kejar ternyata kakinya dilipat, diikat gitu seolah-olah buntung. Ya kan, udah nipu, tangannya di bawah lagi,"kata Mensos kepada wartawan, Kamis (4/11/2021).

(Baca juga: Kejar-kejaran dengan Satpol PP, Manusia Silver Lompat Pagar Setinggi 4 Meter)

Oleh karena itu, dia mendukung Fatwa MUI Sulsel yang mengharamkan memberikan uang bagi pengemis di ruang publik. Dalam Fatwa Nomor 1 Tahun 2021, tentang eksploitasi dan kegiatan mengemis di jalanan dan ruang publik.

"Saya pikir itu benar menurut saya. Di dalam agama pun kita sebaik-baiknya manusia itu tangan kita di atas, bukan di bawah,"ucapnya.

Namun kata Risma, tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat miskin di Indonesia yang benar-benar tidak sanggup menghidupi kebutuhannya. Sehingga dalam penerapannya negara menjamin fakir miskin dan anak terlantar dalam pasal 34 ayat (1) UUD 1945.

"Ya kita harus bantu jadi penerima bantuan itu memang mereka yang tidak mampu sesuai dengan yang diamanatkan UUD 1945 seperti dalam agama kewajiban kita, fakir miskin, anak yatim,"sambungnya.

Oleh karena itu, jika mereka mampu bekerja, maka diharuskan untuk bekerja. Pada kesempatan itu juga, Mensos melakukan graduasi beberapa penerima PKH, dimana mereka telah mempunyai penghasilan sendiri atas kerja kerasnya masing-masing.

"Makanya ini saya senang mereka ada graduasi kemudian berusaha. Yang paling penting mereka tidak hanya sekedar menerima 200 ribu atau 300 ribu, tapi mereka bisa lebih dari itu kalau usahanya berhasil,"ucapnya.

Jika berusaha menurut Mensos Risma tetap berjalan dengan baik walaupun dimasa pandemi.

"Tidak tahu kenapa malah UKM saya di Surabaya waktu pandemi naik 100 persen. Nah ini kan kita harus tahu cara strategi pemasarannya. Begitu ada perubahan maka harus merubah strateginya,"pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini