Kejagung Sita 60 Ribu Meter Tanah dan Mal Ambon City Center Kasus PT Asabri

Erfan Maaruf, iNews · Kamis 04 November 2021 10:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 337 2496481 kejagung-sita-60-ribu-meter-tanah-dan-mal-ambon-city-center-kasus-pt-asabri-vVJCD9XIds.jpg Illustrasi (foto: freepick)

JAKARTA - Kejaksaan Agung menyita 60 ribu meter persegi tanah milik tersangka Teddy Tjokrosaputro dalam kasus kasus korupsi PT Asabri. Di atas tanah tersebut berdiri Mall Ambon City Centre yang juga dilakukan penyitaan.

"Penyitaan aset milik tersangka yang berhasil disita dalam perkara tersebut yakni aset-aset milik dan atau yang terkait Tersangka TT berupa tiga bidang tanah dan atau bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 60.000 M2," kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (4/11/2021).

Baca juga:  Kejagung Sita Rumah Mewah di PIK Senilai Rp15 Miliar Milik Tersangka Korupsi Asabri

Penyitaan tersebut telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon. Dalam pokok penetapan tersebut memberikan ijin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan atau bangunan di Kota Ambon.

"Di atas 3 (tiga) bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Mal Ambon City Centre," jelasnya.

Baca juga:  Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Asabri, Kejagung Sebut Ketiganya Terlibat Kasus Lain

Berikut tiga bidang tanah tersebut:

1. Satu bidang tanah dan atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 0565, beralamat di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon dengan luas 25.000 M2 atas nama PT. Bliss Retailindo Utama;

 

2. Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 0566, beralamat di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon dengan luas 20.000 M2 atas nama PT. Bliss Retailindo Utama;

3. Satu bidang tanah dan / atau bangunan sesuai Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 0567, beralamat di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon dengan luas 15.000 M2 atas nama PT. Bliss Retailindo Utama;

"Selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara di dalam proses selanjutnya," pungkas Leonard.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini