Share

Deniek Sukarya Kenang Proses Pembuatan Buku Foto Kebun Raya Bogor

Mohammad Adrianto S, Okezone · Rabu 03 November 2021 22:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 337 2496342 deniek-sukarya-kenang-proses-pembuatan-buku-foto-kebun-raya-bogor-JmZ8PKTkdT.jpg Deniek G Sukarya (Foto: M Adrianto S)

JAKARTA - Fotografer senior Deniek G. Sukarya mengenang masa-masa di mana dia membuat buku "3500 Plant Species of the Botanic Gardens of Indonesia" dalam diskusi daring "Eksistensi Kebun Raya Bogor: Dulu, Kini, Dan Sekarang", Rabu (3/11/2021) malam.  

Pembuatan buku ini bermula dari ide Deniek yang ingin membuat buku mengenai tanaman-tanaman di kebun raya di berbagai kota di Indonesia. Dirinya bahkan sampai meminta izin almarhum Ani Yudhoyono sebelum menggarap buku ini.

Baca Juga:  Kecintaan Bung Hatta terhadap Buku, Rela Dipenjara Asalkan Bersama Buku

Kebun Raya Bogor merupakan salah satu tempat yang disukai oleh Deniek. Kendati demikian, baru setelah membuat buku foto tersebut, dirinya menyadari varietas tanaman-tanaman di tempat ini.

"Awalnya kalau kemari cuma sekedar lewat aja, nggak merhatiin tanamannya kayak gimana. Baru pas saya bikin buku ini, nyadar sama tanaman di sini banyak banget," tutur Deniek.

Deniek sendiri dibantu oleh Joko Witono yang bekerja sebagai salah satu peneliti dalam Satuan Kerja. Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya. Menurutnya, Joko amat berdedikasi sehingga buku ini bisa selesai dengan baik dan tepat waktu.

 Baca Juga: Kisah M Hatta, Punya 8.000 Judul Buku Diangkut dengan 14 Peti

Lebih lanjut, Deniek ingin membuat buku yang diperuntukan untuk kalangan umum, seperti mahasiswa dan pelajar. Dirinya tidak membuat buku ini untuk peneliti.

"Saya dari awal niatnya emang membuat buku untuk dikonsumsi masyarakat umum. Seperti siswa atau mahasiswa. Bukan untuk penelitian," papar Deniek.

Terdapat beberapa kesulitan yang harus dilewati Deniek, mulai dari jarak tumbuhan berdekatan sehingga kesulitan memotret objek dengan baik, hujan, badai, hingga masalah tata cahaya karena berdiri di bawah pohon, sehingga bayangannya gelap.

Namun, Deniek mengaku dirinya menjalankan proses pemotretan dengan senang. Dirinya juga merasa terbantu dengan teknologi kamera digital, yang memungkinkannya untuk mengatur pencahayaan dari kamera serta memotret menggunakan mode panorama untuk mendapat gambar pohon secara keseluruhan.

Staf Kebun Raya Bogor juga banyak membantu Deniek selama proses pemotretan. Dirinya banyak bertanya kepada staf dan teknisi mengenai tanaman-tanaman di sana.

"Saya banyak nanya ke teknisi soal apa saja yang harus ditonjolkan dan terlihat dari tanaman. Yang bisa terlihat kasat mata saja, nggak perlu sampai yang pakai mikroskop," katanya.

Deniek berharap, bukunya itu dapat membantu banyak membantu orang-orang dalam mempelajari tanaman di Indonesia. Tidak lupa dia mendoakan Kebun Raya Bogor agar tetap bisa bertahan lama.

"Semoga Kebun Raya Bogor bisa tetap terjaga, dan bergerak sesuai dengan tujuan awal, yakni edukasi, konservasi, dan penelitian," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini