Share

Pidato Presiden Jokowi di KTT COP26: Pendanaan Iklim Merupakan Game Changer

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Rabu 03 November 2021 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 337 2495850 pidato-presiden-jokowi-di-ktt-cop26-pendanaan-iklim-merupakan-game-changer-8MPt9ivm5U.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi mengatakan Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato nasional saat menghadiri KTT terkait COP26 terkait perubahan iklim di Glasgow, Skotlandia, pada Senin (1/11/2021).

Menurut Jokowi, penyediaan pendanaan iklim dengan mitra negara maju, merupakan game changer dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di negara-negara berkembang.

“Penyediaan Pendanaan iklim dengan negara maju menurut presiden akan merupakan game Changer dalam aksi mitigasi dan adapatasi perubahan iklim di negara negara berkembang,” kata Retno dalam keterangan pers di kanal YouTube Sekretariat Presiden (2/11/2021).

Jokowi menekankan sinergi dan solidaritas global sebagai kunci penanganan masalah tersebut. “Dalam pidato nasional presiden memberikan penekanan terhadap beberapa hal antara lain pentingnya kemitraan dan kerjasama serta kolaborasi global dan penanganan isu perubahan iklim,” ujarnya.

“Setelah menyampaikan statement nasional presiden menyampaikan atas nama negara kepulauan dan negara pulau pulau kecil Indonesia merasa terhormat dapat men sirkulasi pernyataan bersama para pemimpin forum,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan dengan potensi alam yang begitu besar, Indonesia terus berkontribusi dalam penanganan perubahan iklim. Jokowi juga menyebut Indonesia telah memulai rehabilitasi hutan mangrove seluas 600 ribu hektare hingga 2024, alias terluas di dunia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

“Kemudian presiden juga menjelaskan tentang hal hal yang sudah dikerjakan Indonesia dalam rangka pemenuhan emisi. Terutama dari sisi kehutanan untuk sektor energi presiden memberikan contoh beberapa langkah maju antara lain pengembangan ekosistem mobil listrik pembangunan Pembangkit tenaga surya, terbesar di Asia Tenggara, pemanfaatan energi baru terbarukan, serta pengembangan industri berbasis green energy. Termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia yaitu di Kalimantan utara,” ujarnya.

Jokowi memastikan Indonesia akan terus memobilisasi pembiayaan iklim dan pembiayaan inovatif, seperti pembiayaan campuran, obligasi hijau, dan sukuk hijau.

Selain itu, Jokowi turut mengingatkan carbon market dan carbon price harus menjadi bagian dari isu perubahan iklim. Ekosistem ekonomi karbon harus dibuat secara lebih transparan, berintegritas, inklusif, dan adil.

“Pidato presiden juga menyampaikan Karbon market yang harus menjadi bagian dari upaya penanganan isu perubahan iklim ekosistem ekonomi karbon yang transparan yang ber integritas inklusif dan adil harus diciptakan,” punggkasnya.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini