Share

Menlu Retno Sebut KTT G20 Hasilkan 26 Isu Krusial, Ini Paparan Singkatnya

Dominique Hilvy Febiani, MNC Media · Selasa 02 November 2021 07:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 337 2495247 menlu-retno-sebut-ktt-g20-hasilkan-26-isu-krusial-ini-paparan-singkatnya-iGKJPhWdxg.JPG Menlu Retno Marsudi (Foto: Ist)

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyatakan KTT G20 yang diselenggarakan di Roma menghasilkan teks deklarasi dari para pemimpin negara.

Beberapa isu yang terkandung di dalam deklarasi tersebut antara lain mengenai kesehatan, energi dan perubahan iklim, perjalanan internasional, hingga ekonomi digital.

“Leader declaration ini terdiri dari 61 paragraf yang mencakup 26 isu yang menggambarkan tantangan perekonomian dunia termasuk situasi pandemi dan apa yang dapat dilakukan bersama oleh negara-negara anggota G20,” kata Retno dalam Press Briefing Menlu RI di kanal YouTube Sekretariat Presiden (1/11/2021).

Terkait isu kesehatan disepakati pembentukan Joint Health and Finance Task Force, untuk menyusun roadmap pendanaan bantuan penanganan Kesehatan, khususnya untuk negara-negara miskin dan berkembang. Ia juga mengatakan Indonesia termasuk yang mengusulkan pembentukan Joint Health and Finance Task Force ini.

“Mengenai pentingnya akses vaksin dan terpenuhinya target vaksinasi yang ditetapkan WHO, Perlunya diperluas daftar vaksin dalam list WHO, Pentingnya mekanisme menghadapi pandemi dimasa depan khususnya mekanisme pendanaan,” ujarnya.

Mengenai isu energi dan perubahan iklim, Menlu menyebut terjadi perdebatan yang mendalam saat membahas mengenai target pengurangan emisi karbon dan penetapan time frame menuju net zero emission.

“Pembahasan mengenai pengurangan emisi pembangkit listrik batu bara dan semua tentunya sepakat bahwa untuk transisi energi diperlukan kerja sama internasional,” tandasnya.

Selain itu, ia mengatakan Indonesia berhasil memasukkan prinsip common but differentiated responsibilities (CBDR) dalam konteks energi dan iklim. Dalam konteks tersebut, Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan komitmen pembiayaan iklim dari negara maju untuk negara berkembang.

“Kita juga memasukkan pentingnya pemenuhan komitmen pembiayaan iklim 100 miliar Dolar AS dari negara maju untuk negara berkembang dan pembentukan digital economy working group,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini