Share

Jakarta PPKM Level 2, Penumpang KRL Commuter Line Melonjak

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Senin 01 November 2021 16:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 337 2494988 jakarta-ppkm-level-2-penumpang-krl-commuter-line-melonjak-t8Louq2xXF.jpg KRL Commuter Line melonjak saat PPKM level 2/ Okezone

JAKARTA - Provinsi DKI Jakarta masih menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 2 yang akan berakhir hari ini. Imbasnya, banyak masyarakat yang menggunakan KRL Commuter Line.

(Baca juga: Bubarkan Pesta Halloween di SCBD, Polisi: Kita Tindak Tegas!)

VP Corporate Secretary Anne Purba mengatakan, pihaknya mencatat ada penambahan pengguna KRL dari pekan lalu. Ia pun mengatakan hingga pukul 08.00 WIB jumlah pengguna di seluruh stasiun mencapai 129.840 orang.

"Angka ini bertambah 1 persen dibanding waktu yang sama pekan lalu," ucap Anne saat dihubungi, Senin (1/11/2021).

(Baca juga: KRL Penuh Sesak dan Abai Prokes, Netizen: Tak Terlihat Adanya Covid!)

"Adapun stasiun yang mengalami pertambahan pengguna antara lain Stasiun Bojonggede (9.569 orang, naik 5% dibanding pekan lalu di waktu yang sama), Stasiun Bekasi (8.214 orang, naik 3%), Stasiun Sudimara (3.966 orang, naik 3%)," tambahnya.

Meskipun terdapat penambahan jumlah pihak KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari protokol kesehatan 5 M, menunjukkan sertifikat vaksin, hingga pembatasan pengguna dalam rangkaian kereta.

"KAI Commuter tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan pengguna KRL menggunakan masker ganda, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak. Calon pengguna KRL juga wajib menunjukan sertifikat vaksin baik secara fisik maupun digital kepada petugas sesuai dalam SE Menhub No. 89 Tahun 2021. Pembatasan kapasitas pengguna KRL masih berlaku yaitu 32% sebagaimana aturan selama ini," ucapnya.

Menurutnya, ada beberapa aturan pengguna saat berada di dalam rangkaian kereta commuter. Selain itu, pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diperbolehkan pada jam tertentu di luar jam sibuk.

"Aturan-aturan tambahan selama masa pandemi ini juga tetap berlaku di KRL. Seperti aturan untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam saat berada di dalam kereta, hingga lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10.00-14.00 WIB atau di luar jam-jam sibuk," tuturnya.

Lebih lanjut, Anne mengimbau pengguna kereta commuter agar mengatur waktu perjalanan dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi.

"Pengguna dapat mengatur waktu perjalanannya dengan melihat jadwal, posisi real time kereta dan kondisi antrean di stasiun melalui aplikasi KRL Access. Melalui perencanaan yang baik dan mengikuti berbagai protokol kesehatan yang berlaku bisa menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya selama masa pandemi. Tentunya upaya tersebut memerlukan dukungan dari para pengguna agar tetap dapat beraktivitas kembali dengan sehat dan produktif," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini