Share

Cuaca Ekstrem, 6 Provinsi Masuk Kategori Siaga Banjir Bandang

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 31 Oktober 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 31 337 2494499 cuaca-ekstrem-6-provinsi-masuk-kategori-siaga-banjir-bandang-UBDpq8t75T.jpeg Banjir di Sulsel beberapa waktu lalu. (Ilustrasi/Dok BNPB)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang selama sepekan ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, ada 6 provinsi masuk siaga berpotensi banjir dan banjir bandang.

โ€œUntuk periode tiga hari mendatang 31 Oktober hingga 1 November 2021, ada 6 provinsi yang masuk kategori siaga,โ€ ucap Guswanto dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (31/10/2021).

Keenam wilayah berpotensi dampak banjir dan banjir bandang dengan kategori siaga tersebut adalah sebagai berikut :

1. Banten

2. DKI Jakarta

3. Jawa Barat

4. Jawa Tengah

5. Kalimantan Tengah

6. Kalimantan Selatan

Guswanto mengatakan, BMKG terus mengingatkan saat akan memasuki musim hujan, diharapkan pihak-pihak terkait melakukan persiapan. Persiapan itu antara lain seperti memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Kemudian, melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon dengan tidak terkontrol.

Baca Juga : Antisipasi Dampak La Nina, BNPB Tekankan Aspek Mitigasi dan Kesiapsiagaan Daerah

Selain itu, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, dan menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang, serta melakukan penghijauan secara lebih masif.

BMKG juga mengingatkan agar lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometeorologi. Menggencarkan secara lebih masif sosialisasi, edukasi, dan literasi untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian Pemerintah Daerah, masyarakat dan pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi).

Langkah lainnya adalah memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG untuk mengetahui lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini