Share

Dialog dengan Pimpinan Ponpes, Mahfud MD: Santri Ikut Dorong Kemerdekaan Bangsa

Riezky Maulana, iNews · Sabtu 30 Oktober 2021 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 30 337 2494075 dialog-dengan-pimpinan-ponpes-mahfud-md-santri-ikut-dorong-kemerdekaan-bangsa-kqsJuDPoj4.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan ulama dan kaum santri memiliki peran yang cukup penting dalam kemerdekakan Indonesia dari tangan penjajah. Pernyataan itu disampaikannya dalam dialog virtual dengan 250 lebih pimpinan pondok pesantren di seluruh Indonesia dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional beberapa waktu lalu.

"Kaum santrilah yang ikut mendorong secara habis-habisan memerdekakan bangsa ini," ungkap Mahfud dalam keterangannya, Sabtu (30/10/2021).

Tanpa mengesampingkan peran tokoh agama lain, sambung Mahfud, kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalah warisan para ulama, tokoh-tokoh Islam dari berbagai latar belakang suku dan ormas Islam yang berbeda.

Oleh karenanya, dia mengajak pimpinan pondok pesantren yang hadir dalam dialog virtual ini ikut menjaga negara dari ancaman ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan undang-undang 1945.

"Umat Islam waktu itu sekitar 87 persen dengan 70 juta penduduk pada tahun 1945. Tapi demi kemerdekaan, demi kebersamaan disetujui kata 'kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya' diganti dengan 'Ketuhanan yang Maha Esa'," beber Mahfud yang bercerita terkait kesepakatan di dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) saat itu.

Baca juga: MK Putuskan Status Pandemi sampai Akhir Tahun, Mahfud: Tak Usah Didramatisir

Pasca-kemerdekaan bulan Agustus 1945, lanjut Mahfud, penjajah kembali ingin merebut Indonesia. Dalam kesempatan itulah jelas dia, kaum santri tampil kembali menjadi pembela negara.

Dia memaparkan, dalam keadaan genting setelah kemerdekaan, kaum santri tampil kembali melawan penjajah. Mahfud menyontohkan fatwa Resolusi Jihad yang disampaikan pada 9 September 1945 oleh Kyai Hasyim Asy'ari.

Baca juga: Hari Santri 2021, Presiden Jokowi Ingin Lulusan Pondok Pesantren Jadi Pengusaha Sukses

Adapun isinya, beber Mahfud,yakni Ummat Islam wajib melawan penjajah dan berperang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut dia, itulah salah satu cikal bakal lahirnya Hari Pahlawan.

"Lalu fatwa yang semula dikeluarkan di Tebuireng itu, diulangi lagi melalui rapat PBNU di Bubutan Surabaya tanggal 21-22 Oktober dimana fatwanya Kyai Hasyim Asyari dikeluarkan menjadi Fatwa Resolusi Jihad. Jawa Timur bergelora, kemudian terjadilah peristiwa 10 November yang kita kenal Hari Pahlawan itu," ujarnya.

Mahfud menegaskan, dalam berbagai peristiwa perang kemerdekaan, peran santri sangat nyata dalam mempersatukan ideologi dan mempersatukan kekuatan melawan penjajah.

"Betapa santri memiliki peran penting, pertama mempersatukan ideologi, kedua mempersatukan kekuatan melawan penjajah untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga lahir negara bedasar Pancasila, itulah peran kaum santri," katanya.

Turut hadir beberapa pimpinan pondok pesantren, antara lain Kyai Nazrul Haq Muiz dari Ponpes Al-Badar Pare-pare Sulawesi Selatan, Kyai Khozin Adnan dari Pondok Pesantren Darul Al-Barokah Sumatera Barat, Kyai Badawi Basyir dari Ponpes Darul Falah Jekulo Kudus.

Baca juga: Wapres: Pesantren Bertransformasi Gerakkan Perekonomian Masyarakat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini