Share

Ketum IJTI Sebut Media Abal-Abal Penumpang Gelap Kemerdekaan Pers

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 29 Oktober 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 337 2493838 ketum-ijti-sebut-media-abal-abal-penumpang-gelap-kemerdekaan-pers-dGo8TCH8Jn.jpg Ketum IJTI Yadi Hendriana

JAKARTA — Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yadi Hendriana mengatakan media abal-abal telah menjadi penumpang gelap kemerdekaan pers. Padahal, mereka menjalankan tugasnya tidak berdasarkan kode etik jurnalistik (KEJ).

Yadi menjelaskan, era digitalisasi seperti sekarang ini menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers. Kemunculan media berbasis internet disertai dengan kebebasan pers pada akhirnya memunculkan banyaknya perusahaan pers.

"Pada 2018 Dewan Pers mencatat jumlah di Indonesia kurang dari 47 ribu perusahaan pers dan hampir 80 persen di antaranya media abal-abal. Sebagian besar ada di media siber," ucapnya saat memberi sambutan di Kongres VI IJTI di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (29/10/2021).

Media abal-abal, kata Yadi, selalu mengklaim dirinya bagian dari pers. Padahal jika dilihat lebih dalam, proses kerja mereka tidak mengikuti kaidah jurnalistik.

"Media abal-abal ini adalah media yang tidak memenuhi standar teknis maupun etika jurnalistik. Banyak mereka yang menggunakan konten copy-paste media lain. Tak taat kode etik jurnalistik namun mereka mengklaim sebagai media berita. Kami menyebut mereka bukan bagian dari pers. Tapi penumpang gelap kemerdekaan pers," tegas Direktur Pemberitaan MNC Portal Indonesia itu.

Baca Juga : Yadi Hendriana: IJTI di Garda Terdepan Jaga Kemerdekaan Pers

Di sisi lain, Yadi meyebut tantangan pers saat ini yakni harus merepons perkembangan zaman dengan cepat seiring dengan perubahan teknologi. Selain kecepatan, pers dituntut mampu menjaga akurasinya.

"Kesimpulannya saat ini tantangan terbesar dunia pers adalah pers itu sendiri. Saat ini pers kita dituntut untuk berakselerasi dengan cepat, adaptif terhadap perkembangan zaman, merespons perubahan teknologi dan memegang teguh kode etik jurnalistik," pungkas Yadi.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(aky)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini