Share

KPK Garap Plt Bupati Musi Banyuasin, Usut Suap Dodi Alex Noerdin

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 29 Oktober 2021 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 337 2493580 kpk-garap-plt-bupati-musi-banyuasin-usut-suap-dodi-alex-noerdin-sUmVF7RCqW.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Musi Banyuasin (Muba), Dodi Reza Alex Noerdin (DRA). Pengusutan tersebut ditandai dengan intensnya pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam beberapa hari belakangan ini.

Sejalan dengan itu, nama Plt Bupati Muba, Beni Hernedi, masuk dalam agenda pemeriksaan tim penyidik KPK hari ini. Beni sebelumnya merupakan Wakil dari Dodi Reza Alex Noerdin. Ia kemudian ditunjuk oleh Gubernur Sumatera Selatan sebagai Plt Bupati Muba setelah Dodi Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Selain Beni, penyidik juga memanggil saksi lainnya yakni, Sekda Kabupaten Muba, Apriyadi; dan Staf Ahli Bupati Muba, Badruzzaman alias Acan. Kemudian, lima Kepala Seksi (Kasi) di Dinas PUPR Muba yakni, Robby Candra; Musyadek; Meydi Lupiandi; Aditia Pancawijaya Tantowi; serta Saaid Kurniawan.

"Pemeriksaan dilakukan di Satbromobda Sumatera Selatan, Jalan Srijayanegara Bukit Besar, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, tim penyidik mengagendakan pemangilan terhadap saksi-saksi tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (29/10/2021).

Baca Juga : KPK Selisik Sumber dan Peruntukan Uang Rp1,5 Miliar yang Dibawa Dodi Alex Noerdin

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati nonaktif Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan proyek infrastruktur di daerahnya. Putra kandung mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin tersebut ditetapkan bersama tiga orang lainnya.

Ketiga orang lainnya tersebut yakni, Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM); Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU); serta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH). Dodi Reza, Herman, dan Eddi ditetapkan sebagai penerima suap. Sedangkan Suhandy, pemberi suap.

Dodi Reza diduga telah menerima sejumlah uang suap dari Suhandy melalui Herman Mayori dan Eddi Umari, terkait empat paket pekerjaan infrastruktur di Musi Banyuasin. Adapun, komitmen fee yang dijanjikan oleh Suhandy untuk Dodi Reza terkait empat proyek tersebut, sebesar Rp2,6 miliar.

Suhandy diduga baru menyerahkan uang senilai Rp270 juta sebagai realisasi komitmen fee untuk Dodi Reza kepada Herman Mayori dan Eddi Umari. Namun, uang itu belum sempat diserahkan Herman Mayori dan Eddi Umari kepada Dodi Reza karena keburu ditangkap oleh tim KPK. Uang Rp270 juta itu, merupakan realisasi awal dari komitmen fee sebesar Rp2,6 miliar.

Sementara itu, KPK masih menelusuri asal-usul uang Rp1,5 miliar yang juga turut diamankan saat menangkap Dodi Reza Alex Noerdin dan ajudannya di Jakarta. Uang Rp1,5 miliar itu diduga juga hasil tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatan dan wewenang Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Bupati Musi Banyuasin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini