Share

Waspada La Nina, BMKG: Curah Hujan Intensitas Tinggi hingga 100% di November

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 29 Oktober 2021 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 29 337 2493533 waspada-la-nina-bmkg-curah-hujan-intensitas-tinggi-hingga-100-di-november-lmKYKJ9jaj.jpeg Ketua BMKG, Dwikorita (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati melaporkan BMKG telah mengeluarkan rilis di bulan Oktober ini terkait dengan potensi munculnya fenomena La Nina di wilayah Indonesia.

Dwikorita mengatakan, rilis ini didasarkan pada hasil monitoring atau deteksi dini pada suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang telah melewati ambang batas yaitu mengalami anomali pendinginan sebesar minus 0,63 pada dasarian ketiga September 2021 yang lalu. Dan saat ini masih bertahan di angka 0,3 tersebut di bulan Oktober ini.

“Oleh karena itu kami menyampaikan prediksi bahwa La Nina mulai terjadi di wilayah Indonesia terutama dengan intensitas lemah sampai moderat atau pertengahan,” ungkap Dwikorita dalam Rakornas BMKG, Jumat (29/10/2021).

Baca juga:  Antisipasi Dampak La Nina, BPBD Diminta Siaga Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi Basah

Bahkan, Dwikorita mengatakan saat ini pihaknya telah mendapatkan perkembangan suhu muka laut di Samudra Pasifik ekuator semakin mendingin lagi yang saat ini anomalinya sudah mencapai minus 0,92 yang tadinya baru minus 0,63 yang mengindikasi penguatan intensitas.

“Artinya apabila mencapai 1 itu artinya sudah mulai terjadi La Nina dengan intensitas moderat. Artinya penguatan ini semakin meningkat,” katanya.

Baca juga: BMKG : La Nina Dapat Ancam Sektor Pertanian dan Perikanan

Dengan data tersebut, Dwikorita mengingatkan berkaca dari La Nina tahun lalu, pada bulan November ini akan terjadi peningkatan curah hujan bulanan sekitar 70-100%.

“Berdasarkan data tahun lalu yang diprediksi akan yang serupa, bahwa di bulan November ini diprediksi akan mengakibatkan peningkatan curah hujan bulanan 70 persen, sebesar 70 persen bahkan dapat mencapai 100 persen di bulan November,” bebernya.

 

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Dwikorita mengatakan, curah hujan tinggi ini terlihat merata di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat. Dan cukup merata di Nusa Tenggara Timur, tapi terutama di seluruh wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat.

“Dan juga secara sporadis di wilayah Sumatera kemudian di Kalimantan Selatan Kalimantan Barat dan juga di Sulawesi Selatan dan juga di Maluku Utara,” paparnya.

“Nah, ini mohon perhatian intensitas curah hujan dapat mencapai lebih dari 70 persen dari normalnya. Kurang lebih seperti tahun lalu. Yang kami sebut normal adalah curah hujan rata-rata sejak tahun 1980 sampai tahun 2010, itu rata-ratanya ini di set sebagai dikategorikan itu curah hujan bulanan dengan normal,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini