5 Fakta Kecurangan Tes CPNS, Berawal Cuitan di Twitter Berujung Diskualifikasi Ratusan Peserta

Mohammad Adrianto S, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 22:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2493425 5-fakta-kecurangan-tes-cpns-berawal-cuitan-di-twitter-berujung-diskualifikasi-ratusan-peserta-7g1TNHOqPS.jpeg Tes CPNS. (Ilustrasi/Dok Okezone.com)

JAKARTA - Tes CPNS tahun ini mendapat banyak sorotan akibat terjadinya kecurangan-kecurangan dalam prosesnya. Kecurangan ini berimbas diskualifikasi ratusan peserta. 

Mencuatnya sejumlah kecurawan berawal dari sebuah utas di Twitter yang membeberkan secara mendetail kecurangan-kecurangan tes CPNS tahun ini.

Okezone merangkum beberapa fakta mengenai kecurangan dalam tes CPNS yaitu sebagai berikut:

1. Utas di Twitter

Sebuah akun Twitter bernama @txtdaridgmbk membuat utas panjang mengenai kecurangan yang terjadi dalam tes CPNS tahun ini. Dalam utas tersebut, dibeberkan secara mendetail mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam tes ini.

Tidak hanya itu, akun tersebut bahkan menyebutkan oknum-oknum mana saja yang terlibat dalam kecurangan tes CPNS ini, dan tidak ragu memanggil langsung oknum-oknum tersebut di Twitter.

2. Berawal dari Buol

Diketahui lokasi pertama yang melakukan kecurangan tes CPNS terjadi di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumulo. 

Dalam tes tersebut, peserta melakukan kecurangan mulai dari merusak sistem CSCASN hingga memasang software sistem remote access. Hasilnya, terlihat peserta sangat cepat dalam menyelesaikan soal, baik saat menampilkan soal maupun menjawab soal sangat cepat dengan rata-rata 8 detik per satu soal.

Baca juga: Ada Kecurangan Tes CPNS, BKN Turunkan Tim Tanggap Insiden Siber

“Peserta tersebut hanya menampilkan soal kurang lebih 30 soal dalam hitungan detik (rata-rata 7 detik). Setelah menampilkan soal dalam hitungan detik, kemudian menjawab soal juga dalam hitungan detik (rata-rata 8 detik). Ini sangat tidak mungkin terjadi, karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik. Artinya dengan waktu yang begitu pendek, tidak mungkin orang bisa membaca soal bisa sangat cepat. Ini terjadi juga di soal-soal Tes Intelegensi Umum yang berisi hitung-hitungan,” terang Tjahjo, Selasa (26/10/2021). 

3. Terjadi Juga di Lokasi Lain

Tidak hanya di Buol, diketahui juga per Rabu (27/10/2021), peristiwa kecurangan juga terjadi di 8 lokasi lain. Berikut adalah lokasi-lokasi yang diduga melakukan kecurangan selain Buol 

- Kabupaten Enkerang, Sulawesi Selatan

- Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat 

- Kota Bandar Lampung, Lampung 

- Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat

- Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan

- Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara

- Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan

- Kabupaten Makassar, Sulawesi Selatan

4. "Bangun Karier dengan Integritas”

Atas kecurangan yang terjadi di berbagai daerah, Tjahjo mengimbau seluruh peserta seleksi CPNS untuk tidak tergoda dengan rayuan pihak manapun yang mengaku bisa membantu meluluskan seleksi.

Dirinya meminta kepada peserta untuk membangun karier mereka sebagai ASN dengan penuh integritas.

“Bangunlah karier Anda sejak masuk menjadi ASN dengan perilaku akuntabel dan memegang teguh integritas,” tuturnya.

5. 225 Peserta Didiskualifikasi

Tidak hanya itu, Tjahjo juga mengungkapkan sudah mendiskualifikasi sebanyak 225 peserta karena kecurangan mereka atas tes CPNS ini.

Rinciannya, Kabupaten Buol 27 peserta, Kabupaten Enrekang 5 peserta, dan Kabupaten Mamuju Pasang Kayu Pemprov. Sulbar (Gedung PKK Mamuju) 40 peserta. Kemudian Mandiri Lampung 23 peserta, Kabupaten Mamasa 19 peserta, Kabupaten Sidenreng Rappang 62 peserta, Kabupaten Luwu 4 peserta. Lalu Kabupaten Buton Selatan 41, Mandiri Kumham Sulsel 4 peserta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini