Hadapi Perang Informasi, Gubernur Lemhannas: Cek Sumbernya!

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 19:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2493361 hadapi-perang-informasi-gubernur-lemhannas-cek-sumbernya-CKHddUiLrD.jpg Gubernur Lemhannas RI Agus Widjojo (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Pemuda Indonesia diminta untuk tidak percaya informasi dan mengambil kesimpulan hanya dari satu sumber saja. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat perlu melakukan klarifikasi.

“Coba cek dengan sumber lain tentang isu yang sama. Apabila ada perbedaan, maka perlu kita klarifikasi. Cek sumbernya siapa, kredibel atau tidak,” kata Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo pada Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan (28/10/2021).

Agus juga menekankan pentingnya literasi digital dan teknologi. Menghadapi perang informasi di dunia maya, pemuda diminta untuk memahami nilai-nilai dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Menurut Agus, ada nilai utama yang melatarbelakangi acara ini, yaitu Sumpah Pemuda.

"Nilai bahwa negara dan bangsa kita adalah negara dan bangsa berdasarkan kesepakatan,” ujar Agus.

Nilai berdasarkan kesepakatan ini dapat dilihat dari bahasa Indonesia, bahasa persatuan yang berasal rumpun melayu, bukan dari bahasa suku terbesar.

“Indonesia yang berasal dari rumpun melayu bukan berasal dari bahasa suku terbesar. Jika diambil dari suku terbesar maka jawa adalah bahasa yang disepakati,” lanjut Agus.

Baca Juga : Gubernur Lemhannas: Tidak Ada Sekat Nasional dan Internasional di Era Digital

Contoh lainnya di dalam sejarah perkembangan bangsa tentang jiwa besar kesepakatan, termasuk ketika sidang BPUPK menjelang kemerdekaan Indonesia. Semua itu berawal dari menjaga nilai yang bisa dikatakan sebagai kearifan lokal terbesar bangsa ini. "Kadang kita lupa tentang nilai kesepakatan bahwa bangsa ini dibangun berdasarkan kesepakatan," kata Agus.

"Bukan hanya para pemuda yang lupa bahwa bangsa ini dibangun berdasarkan kesepakatan, generasi tua juga lupa. Jadi kita perlu sadarkan kembali," imbuhnya.

Menghadapi era globisasi, Angkie Yudistia Staff Khusus Presiden RI berpesan pemuda dan pemudi Indonesia wajib mengembangkan diri dengan meningkatkan literasi digital dan literasi teknologi. Sayangnya, dia melihat, literasi digital untuk kelompok rentan masih jauh dari harapan.

Hal ini terjadi karena banyak penyandang disabilitas yang tinggal di daerah-daerah dengan akses komunikasi dan informasi yang masih sangat terbatas. Untuk meningkatkan literasi digital dan teknologi khususnya bagi kelompok rentan penyandang disabilitas, diperlukan sinergi dan kolaborasi. "Karena penyandang disabilitas hanya mendapatkan sumber-sumber informasi dari lingkungan sekitarnya saja, dan belum sepenuhnya mampu membedakan informasi yang bisa diterima maupun yang tidak bisa diterima," kata dia.

Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan mengangkat tema “Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan dalam Upaya Menjaga Eksistensi Bangsa Indonesia di Era Digital dan Globalisasi”.

Selain Gubernur Lemhannas RI, webinar ini juga menghadirkan generasi muda sarat prestasi yaitu Leani Ratri Oktila, atlet peraih medail emas pada Paralimpiade Tokyo 2020.

Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal positif di tengah situasi pandemi. Terlebih tahun 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia. Pada 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi, dimana angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini