Gubernur Lemhannas: Tidak Ada Sekat Nasional dan Internasional di Era Digital

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2493354 gubernur-lemhannas-tidak-ada-sekat-nasional-dan-internasional-di-era-digital-qnDQazcaEd.jpeg Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. (Foto: Okezone.com/Fahreza R)

JAKARTA – Mengembangkan karakter dan identitas pemuda di era digital sangat menantang. Pasalnya, tidak ada batasan nasional dan internasional.

Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo melihat tantangan tersebut dapat dihadapi dengan kemampuan pemilihan atau seleksi para pemuda itu sendiri. Ketika menghadapi hal yang tidak bisa disekat-sekat menurut kebangsaan, maka para pemuda harus menunjukkan identitas nasionalnya.

"Kita sadar sebenarnya identitas nasional tidak serta merta hancur dengan bercampurnya informasi nasional dengan internasional,” kata Agus saat menjadi narasumber dalam Webinar Wawasan Kebangsaan, Kamis (28/10/2021).

Tidak jarang juga pemuda saat ini mengklaim dirinya sebagai warga internasional atau warga dunia. Para pemuda saat ini memiliki gambaran yang berbeda dari generasi tua. "Pada masa dahulu para pemuda juga jarang mengklaim dirinya sebagai warga internasioal," kata Agus.

Sebaliknya pada era sekarang, pemuda tidak lagi semata-mata sebagai warga nasional sebuah bangsa, melainkan sebagai warga dunia. Ini lantaran informasi saat ini tidak bisa disekat menurut kebangsaan. 

"Ini merupakan tantangan sehingga pemuda, harus menunjukan identitas nasionalnya," kata Agus.

Sementara itu, Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden untuk Milenial mengungkapkan mindset pemuda yang perlu dimiliki untuk menjawab tuntutan perubahan di era Industri 4.0. 

Baca juga: Lemhannas Diharapkan Bekerjasama Atasi Kehancuran Kolektif Akibat Pesatnya Perkembangan Teknologi

“Problem solving, critical thinking, creativity, emotional intelligent, flexible, people management,” kata Angkie.

Pemuda saat ini harus mau berkoordinasi, berkolaborasi, bersinergi. Mereka perlu bernegosiasi, berkoordinasi, mampu melakukan people management, karena pemuda saat ini perlu konsisten dengan bidangnya masing-masing.

“Bukan palugada ‘apa lu mau gua ada’, bukan. Setiap pemuda-pemudi mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, pendidikan yang berbeda, punya cara berpikir yang berbeda,” kata Angkie.

Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan mengangkat tema “Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan dalam Upaya Menjaga Eksistensi Bangsa Indonesia di Era Digital dan Globalisasi”. Selain Gubernur Lemhannas RI, webinar ini juga menghadirkan generasi muda sarat prestasi yaitu Leani Ratri Oktila, atlet peraih medail emas pada Paralimpiade Tokyo 2020 dan Angkie Yudistia Staf Khusus Presiden RI. 

Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal positif di tengah situasi pandemi. Terlebih tahun 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia. Pada 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi, dimana angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini