Pelakor dan Pebinor Bakal Dipenjara 9 Bulan! Berikut 5 Faktanya

Mohammad Adrianto S, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2493298 pelakor-dan-pebinor-bakal-dipenjara-9-bulan-berikut-5-faktanya-VsTyakeFTa.jpeg Ilustrasi. (Foto: Popsugar)

JAKARTA - Istilah pelakor maupun pebinor sudah tak asing di Indonesia Keduanya merupakan ‘gelar’ bagi seseorang yang berusaha merebut suami maupun istri seseorang. 

Tentu saja, hal ini bukanlah sesuatu yang patut dicontoh. Terdapat hukuman-hukuman yang bisa didapatkan bagi mereka yang dengan sengaja menjadi pelakor maupun pebinor.

Apa saja faktanya? Berikut rangkumannya: 

1. Istilah Pelakor dan Pebinor 

Istilah pelakor (perebut laki orang) digunakan bagi seorang perempuan yang berusaha merebut suami wanita lain. Sebaliknya, pebinor (perebut bini orang) adalah laki-laki yang ingin merebut istri pria lain. 

2. Berawal dari Pertanyaan di TikTok

Hukuman pelaku bagi pelakor maupun pebinor rupanya tengah viral karena ada seseorang yang menanyakan hal tersebut kepada hakim melalui media sosial TikTok.

Melansir video dari akun TikTok @rezzanugroho93, akun TikTok lain bernama @lyn25011 bertanya kepada seorang hakim mengenai hukuman bagi pelakor dan juga pebinor.

Baca juga: Selingkuh dengan Suami Orang, Pelakor di Muara Enim Tewas Ditikam Istri Sah

3. Pasal 284 KUHP 

Mendapat pertanyaan dari akun ini, sang hakim membuat video balasan yang berisikan jawaban dari pertanyaan warganet tersebut.

Dia menjelaskan, Pasal 284 KUHP menerangkan bahwa orang yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan sah (suami atau istri) orang lain, dapat dihukum karena perbuatan zina dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 bulan. 

4. Delik Aduan Absolut 

Pasal tersebut merupakan delik aduan absolut. Yang dimaksud dengan ini adalah pelaku tidak dapat dituntut apabila tidak ada pengaduan dari pihak pasangan sah yang dirugikan.

Jika mendapat aduan terkait, maka kedua pelakunya harus siap menerima tuntutan. 

5. Isi Pasal 284 KUHP

Adapun isi pasal 284 KUHP yakni sebagai berikut:

a. - Seorang pria yang telah kawin yang melakukan gendak (overspel), padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.

- Seorang wanita yang telah kawin yang melakukan gendak, padahal diketahui bahwa pasal 27 BW berlaku baginya.

b. - Seorang pria yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahuinya bahwa yang turut bersalah bersalah telah kawin. 

- Seorang wanita yang telah kawin yang turut serta melakukan perbuatan itu, padahal diketahui olehnya bahwa yang turut bersalah telah kawin dan pasal 27 BW berlaku baginya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini