Share

Motivasi Stafsus Milenal Jokowi untuk Disabilitas di Hari Sumpah Pemuda

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 14:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2493190 motivasi-stafsus-milenal-jokowi-untuk-disabilitas-di-hari-sumpah-pemuda-yIy9DTm9Nl.jpg Motivasi stafsus jokowi untuk disabilitas di hari sumpah pemuda/ MPI

JAKARTA - Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia, meminta semua penyandang disabilitas dapat mempunyai kesempatan yang sama di tengah masyarakat. Di hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini, Angkie berpesan, para disabilitas seperti dirinya, harus mempunyai mimpi besar untuk sama-sama membangun negeri tercinta Indonesia.

(Baca juga: Stafsus Milenial Jokowi: Pemuda Harus Berkolaborasi Bukan Berkompetisi)

Hal itu diutarakan Angkie dalam Webinar Gebyar Wawasan Kebangsaan bertema “Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan dalam Upaya Menjaga Eksistensi Bangsa Indonesia di Era Digital dan Globalisasi”, Kamis (28/10/2021).

Acara tersebut juga dihadiri Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dan Leani Ratri Oktila, peraih medali emas Paralimpiade 2020 cabang olahraga bulu tangkis.

(Baca juga: Sumpah Pemuda, Kisah di Balik Pidato Takbir Bung Tomo yang Menggemparkan Penjajah)

"Nggak papa kalau kita terbatas. Bagaimana kita menyiram, memupuk supaya kita sama hebatnya dengan mereka (normal). Tidak selalu rumput tetangga lebih hijau. Mimpi jangan nanggung-nanggung, mimpi itu harus besar," kata Angkie

Dalam upaya memiliki kesempatan sama tersebut, Angkie berpesan agar penyandang disabilitas tidak perlu dikasihani. Mereka para penyandang disabilitas tidak ingin orang lain melihat keterbatasan semata, tetapi fokus pada potensi yang mereka miliki.

"Kita tidak bisa membandingkan orang lain lebih hebat dari kita. Banggalah dengan diri kita sendiri," pesan Angkie.

Terlepas dari privilage yang dimiliki, maka semua orang harus berjuang, termasuk menerima kekurangan dan kelebihan dirinya sendiri. Pemuda pemudi dari dulu sampai sekarang, kata Angkie, sama-sama berjuangnya, hanya satu perbedaannya yakni pada akses informasi.

Di era digital teknologi, penyandang disabilitas juga pemuda pemudi Indonesia punya tantangan yang besar.

Menurut Angkie, tantangan saat ini harus memiliki mindset yang baik. Mindset yang perlu dimiliki oleh pemuda Indonesia, yaitu kemampuan menyelesaikan masalah, memiliki kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, manajemen emosi yang baik, fleksibel, kemampuan negosisasi, kemampuan koordinasi, dan people manajemen.

“Pemuda sekarang itu bukan palugada, apa lu mau gua ada. Makanya kita harus mau memiliki semua kemampuan tersebut, mampu berkolaborasi dan berkoodirnasi,” tutup Angkie.

Dengan digelarnya Gebyar Wawasan Kebangsaan, Lemhannas RI berharap dapat memberikan semangat kepada para pemuda yang tengah berjuang di masa kini untuk menggapai cita-cita untuk tetap terus melakukan hal positif di tengah situasi pandemi. Terlebih tahun 2045 diproyeksikan menjadi masa emas bagi Indonesia. Pada 2045, Indonesia akan memiliki bonus demografi, dimana angka usia produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini