Jokowi: Solusi Pandemi Tak Bisa Individual, Tapi Harus Kebersamaan

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2493110 jokowi-solusi-pandemi-tak-bisa-individual-tapi-harus-kebersamaan-YenmwldhGR.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pandemi Covid-19 mengajarkan kepada khalayak bahwa tidak ada yang bisa terbebas dari virus corona sendirian. Karena itu solusi penanganan wabah ini tidak boleh individual, melainkan harus mengutamakan kebersamaan.

Hal tersebut dikatakan Jokowi saat memberikan sambutan pada Kongres Kebangsaan yang digelar Majelis Permusyawaratan Rayat (MPR). Kepala Negara hadir secara virtual.

"Pandemi Covid mengajarkan kepada kita tentang posisi sentral kita sebagai makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa selamat sendirian, makhluk yang hanya bisa selamat kalau semua diselamatkan," katanya, Kamis (28/10/2021).

Menurut Jokowi, pandemi juga menunjukkan bahwa tak ada yang bebas dari risiko Covid sampai semua orang terbebas dari wabah ini.

"Solusi pandemi bukanlah solusi individual, solusi pandemi adalah solusi bersama. Pandemi Covid-19 mengajarkan kepada kita tentang pentingnya saling mengingatkan, saling membantu dan saling mendisiplinkan," terangnya.

Jokowi menuturkan, memakai masker setiap saat dsn mengisolasi diri ketika sakit menjadi keharusan. Sebab hal itu penting agar mrnjaga nyawa orang lain. "Tidak ada yang aman dari Covid-19 sampai semua orwng aman " imbuhnya.

Pandemi, ujarnya, mengajarkan moralitas dan etika tentang keseimbangan antara kebebasan individu dengan stabilitas sosial dan kepentingan bersama.

"Tetapi tentang keseimbangan antara demokrasi dengan pemerintahan dan pelayanan yang efektif, tentang keseimbangan antara pengawasan dan audit dengan fleksibilitas dan kecepatan," katanya.

"Pandemi juga mengajarkan kepada kita untuk selalu merujuk kepada kaidah ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi terbaru. Kecepatan untuk menyediakan vaksin dan obat-obatan menunjukkan betapa pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pentingnya kemandirian ekonomi dan produksi yang dilandasi dengan institusi pendidikan dan penelitian yang kuat dan SDM yang unggul," sambungnya.

Jokowi berharap Kongres Kebangsaan yang diselenggarakan MPR ini akan melakukan refleksi mendalam tentang dunia kini dan yang akan datang, serta menghasilkan pemikiran dan rekomendasi besar bagi penguatan kebangsaan.

"Tetapi yang lebih penting lagi adalah langkah-langkah perbaikan apa yang perlu kita lakukan untuk memperbaiki kehidupan kebangsaan kita ke depan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini