6 Fakta Pria Ekshibisionis di Sudirman, Sengaja karena Ikut-ikutan Teman

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2493050 6-fakta-pria-ekshibisionis-di-sudirman-sengaja-karena-ikut-ikutan-teman-yUfCQTyFgF.jpg Ilustrasi (Foto: Examiner)

JAKARTA – Berawal dari rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diunggah oleh korban, pelaku ekshibisionis berhasil ditangkap polisi. Pelaku berinisial WSY (23) ini melakukan aksi ekshibisionis dengan memamerkan kelaminnya di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat.

Pelaku merupakan seorang pengamen yang ditangkap polisi di lokasi yang berbeda dari tempat kejadian perkara (TKP), yaitu sekitar kawasan Karet, Tanah Abang, "Pelaku ini kita amankan di kawasan Karet tapi bukan di titik TKP," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, Kompol Haris Ahmad pada Senin 25 Oktober 2021.

Baca Juga:  Pria Misterius Perlihatkan Alat Kelamin ke Siswi-Siswi SMA di Depok

Aksi ekshibisionis ini terjadi saat seorang korban perempuan berinisial MS yang sedang melintasi jalanan tersebut, tempat pelaku berada pada Jumat 15 Oktober 2021, pukul 19.20 WIB. Kondisi jalanan kala itu sedang sepi, meskipun lampu masih terang dan jam pulang kantor.

Seorang pria terlihat bergeliat mengawasi keadaan dan korban merasa diperhatikan. Pria tersebut seolah memanggil korban dengan sikap sambil memperlihatkan kelaminnya. Melihat kejadian tersebut, sontak korban langsung berteriak dan melarikan diri, begitu pun dengan pelaku yang lari menuju arah Kolong Manggarai.

Berikut 6 fakta tindakan ekshibisionis yang dilakukan WSY :

1. Akui Perbuatannya

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polsek Tanah Abang. Penangkapan pelaku melibatkan anggota unit Polsek Tanah Abang yang dibantu dengan Satreskrim Metro Jakarta Pusat.

Baca Juga:  Motif Pelaku Eksibisionis di Stasiun Sudirman dari Fantasi Seksual

Setelah pelaku diperiksa oleh polisi, pelaku langsung mengakui perbuatannya, "Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya," ujar Kompol Haris Ahmad pada Senin 25 Oktober 2021.

2. Pelaku Sengaja Melakukan Ekshibisionis

Pelaku juga melakukan kegiatan pamer kelaminnya ini dengan sengaja dan sadar. "Tersangka melakukan aksinya dengan sengaja melakukan tindakan 'ekshibisionis'," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto, Rabu 27 Oktober 2021.

Saat diperiksa lebih lanjut pun, polisi memastikan tidak ada masalah kejiwaan yang diderita pelaku. Pelaku juga berperilaku wajar selama penyelidikan.

3. Dalih Ikut-ikutan Teman

Saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, pria ini berdalih karena ikut-ikutan temannya yang melakukan aksi serupa di lokasi yang berbeda.

WYS sendiri mengakui baru pertama kali melakukannya, hasratnya untuk melakukan aksi tidak terpuji dan meresahkan ini karena juga adanya dorongan fantasi sosialnya.

Pengakuannya ini dipertegas oleh Kompol Haris Ahmad yang mengatakan, "Pengakuan sih baru pertama karena ikut-ikutan kelakuan temannya. Sering ngeliat temannya begitu."

4. Berawal dari Unggahan Korban

Korban merupakan seorang karyawati BUMN yang setiap harinya harus melewati jalan tersebut pada jam yang relatif sama.

Merasa sudah mendapatkan pelecehan seksual, korban memilih untuk membagikan rekaman CCTV yang menunjukkan pelaku sedang melakukan aksinya di akun Tiktok @embaaak pada pekan lalu.

Berawal dari unggahan korban, video tersebut menjadi viral di berbagai media sosial. Meskipun berdasarkan pernyataan Kompol Haris Ahmad, korban sejauh ini belum memberikan laporan mengenai kejadian tersebut, namun jajarannya tetap melakukan penyelidikan terhadap pelaku.

5. Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Atas tindakannya ini, pelaku dijerat pasal berlapis, UU Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi Pasal 36 dengan ancaman lima tahun penjara dan Pasal 281 KUHP tentang Kejahatan Kesusilaan dengan ancaman hukuman penjara 2 tahun 8 bulan.

6. Polisi Perketat Patroli

Menanggapi peristiwa yang dianggap kerap terjadi ini, Kompol Haris Ahmad memastikan pihaknya tengah melakukan peningkatan patroli di wilayah itu. Hal ini guna memberikan rasa aman di masyarakat.

"Akan dilakukan peningkatan patroli kewilayah baik oleh polisi berseragam maupun patroli oleh polisi berpakaian preman," kata Haris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini