Gelar Simposium, Australia-Indonesia Bertukar Pengetahuan Tangani Bencana dan Pandemi

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Oktober 2021 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 28 337 2492989 gelar-simposium-australia-indonesia-bertukar-pengetahuan-tangani-bencana-dan-pandemi-0X4z5uIrHh.jpg Gedung BNPB (Foto: Setkab)

JAKARTA – Deputy Head of Mission Kedutaan Australia di Jakarta, Stephen Scott mengatakan, kawasan Indo-Pasifik memiliki pengalaman yang sangat kaya di bidang penanganan bencana dan kedaruratan kesehatan masyarakat. Seperti yang telah ditunjukkan selama pandemi Covid-19.

"Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan pertukaran pengetahuan antar negara dan melembagakan praktik-praktik baik dalam rangka memperkuat upaya pengelolaan risiko bencana dan mengatasi tantangan kita bersama di kawasan ini," ujarnya dalam ‘Simposium Pembelajaran Regional tentang Covid-19 dan Dampaknya terhadap Penanganan dan Ketangguhan Bencana’ secara virtual pada Rabu 27 Oktober 2021.

Baca Juga: Khawatir Terjadi Bencana, Belasan Warga Bandung Barat Tawarkan Rumah untuk Dijual

Simposium ini digelar oleh kemitraan Australia – Indonesia untuk Kesiapsiagaan Bencana (Program SIAP SIAGA), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Simposium ini bertujuan memberikan ruang untuk merefleksikan dampak Covid-19 pada kemampuan regional dalam menangani bencana, dan berbagi pembelajaran tentang bagaimana pihak- pihak yang bergerak di bidang kemanusiaan di tingkat lokal telah beradaptasi dengan cepat di tengah berbagai tantangan.

Simposium ini merupakan kelanjutan dari serangkaian webinar yang diselenggarakan Program SIAP SIAGA pada Juni 2021 untuk mendokumentasikan pembelajaran tentang topik yang sama. Ada tiga topik tematis yang berhasil diidentifikasi dari serangkaian webinar yang lalu dan kemudian dibahas secara lebih mendalam pada Simposium ini: Tata Kelola dan Kepemimpinan Lembaga, Model Kemitraan, serta Teknologi dan Komunikasi.

Sesi-sesi dalam Simposium memaparkan pentingnya berbagai faktor, seperti kesiapan kerangka hukum untuk peristiwa yang kompleks seperti Covid-19, pemberdayaan organisasi kemanusiaan lokal untuk melaksanakan bantuan kemanusiaan, upaya memperkuat kemitraan lokal, upaya meningkatkan partisipasi anak muda dan perempuan dalam penanganan bencana, dan upaya mendorong penggunaan bahasa asli serta pendekatan inklusif yang juga mencakup kelompok disabilitas dalam komunikasi saat bencana.

Baca Juga: Katana, Cara BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Keluarga Hadapi Bencana

Dalam sambutannya mengakhiri simposium, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati, menekankan pentingnya 3C yaitu commitment of leadership atau komitmen para pemimpin dalam mengubah paradigma dari tanggap darurat ke pencegahan, collaboration atau kolaborasi antar berbagai pihak, serta risk communications atau komunikasi risiko untuk mendukung ketangguhan yang berkelanjutan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Hasil-hasil simposium ini diharapkan dapat memberi masukan berharga untuk pelaksanaan Sesi Ketujuh Platform Global untuk Pengurangan Risiko Bencana (Seventh Session of the Global Platform for Disaster Risk Reduction) yang akan diselenggarakan Indonesia pada tahun 2022.

“Kami turut bangga menyaksikan keberhasilan Simposium Regional ini, sebagai salah satu tindak lanjut dari rekomendasi Konferensi Regional Bantuan Kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Indonesia, pada 6-7 Oktober lalu," kata Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Achsanul Habib.

Konferensi Regional telah menekankan beberapa rekomendasi penting; pertama, perlunya aktor kemanusiaan di kawasan untuk memperkuat fokus pada pengumpulan data dan tindakan berbasis bukti dalam kesiapsiagaan bencana. Kedua, pentingnya mengintensifkan pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam agenda kemanusiaan di kawasan Asia Pasifik.

"Dialog, berbagi praktik terbaik, dan pertukaran pengalaman yang baik memainkan peran penting dalam memperkuat kapasitas kemanusiaan di kawasan,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini