Mahfud MD Tegaskan Kesatuan Jadi Faktor Penting Keberlangsungan Bangsa dan Negara

Riezky Maulana, iNews · Rabu 27 Oktober 2021 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 337 2492837 mahfud-md-tegaskan-kesatuan-jadi-faktor-penting-keberlangsungan-bangsa-dan-negara-z2B99cTTQ3.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto : Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Menko Polhukam, Mahfud MD menyebut, kesatuan menjadi faktor penting dalam menjamin keberlanjutan bangsa dan kelangsungan bernegara. Menurutnya, tanpa adanya kesatuan bangsa, negara tidak akan mampu menghadapi ancaman dari luar maupun dalam negeri.

Mahfud mengatakan, keutuhan bangsa Indonesia terbangun dari dua hal, yaitu keutuhan ideologi dan teritori. Menurutnya, keutuhan ideologi saat ini menghadapi ancaman paham radikalisme.

"Sedangkan keutuhan teritori menghadapi ancaman separatisme. Ancaman tersebut hanya dapat dihadapi dengan kesatuan bangsa, antar-komponen masyarakat, antara warga negara dan penyelenggara negara, dan antar-penyelenggara negara itu sendiri," ujar Mahfud.

Hal itu dikatakan Mahfud dalam acara Uji Sahih Hasil Pengkajian Kebijakan Kementerian dan Lembaga di Bidang Kesatuan Bangsa, di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (27/10/2021). Acara ini diselenggarakan Kedeputian VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam.

Ia memaparkan, dalam mewujudkan kesatuan dan keutuhan bangsa membutuhkan kebijakan yang berimbang. Adapun keberimbangan yang dimaksud yaitu sentralisasi dan desentralisasi, antara perlindungan hak dan pembatasan hak.

"Intinya adalah menjaga integrasi sambil membangun demokrasi. Tugas kita itu kalau dalam nilai dasar pancasila dan pembukaan UUD, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Itu artinya menjaga integrasi," tuturnya.

Kegiatan Pengkajian Kebijakan dilakukan Kedeputian VI Kemenko Polhukam dengan bekerjasama dengan empat Perguruan Tinggi. Keempat perguruan tinggi itu antara lain, Universitas Udayana, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, dan Universitas Islam Indonesia.

Baca Juga : Mahfud MD Sebut Satgas BLBI Sudah Setor Rp2,4 Miliar dan USD7,6 Juta ke Kas Negara

Di kesempatan yang sama, Deputi VI/Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Jadedjri M Gaffar, menjelaskan, kesatuan bangsa merupakan prasyarat bagi tercapainya penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara guna mencapai tujuan nasional.

Menurut dia, kesatuan bangsa bukan merupakan kondisi yang bersifat tetap. Akan tetapi dinamis, yang dipengaruhi oleh interaksi internal dan eksternal.

"Kondisi kesatuan bangsa dipengaruhi oleh banyak aspek, baik politik, hukum, ekonomi, maupun sosial budaya. Karena itu, kesatuan bangsa harus selalu dijaga, salah satunya dengan melakukan penyempurnaan dan perbaikan yang berkelanjutan terhadap berbagai kebijakan dan program yang telah ditetapkan dan dilaksanakan," kata Jadedjri.

"Sehingga mampu mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai macam bentuk kerawanan dan ancaman," katanya.

Berdasarkan analisis kondisi sosial dan perkembangan masyarakat, fokus pengkajian kebijakan pada tahun 2021 adalah empat isu strategis.

Pertama, proporsionalitas pembagian urusan pemerintahan pusat dan daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (bekerjasama dengan Universitas Udayana) dan kedua Pembentukan dan pengawasan produk hukum daerah dalam menjaga kesatuan bangsa (bekerjasama dengan Universitas Andalas).

Kemudian yang ketiga, kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berserikat dalam kerangka kesatuan bangsa (bekerjasama dengan Universitas Brawijaya). Serta yang terakhir perimbangan keuangan pusat dan daerah yang berkeadilan dalam rangka memperkukuh kesatuan bangsa (bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini