7 Fakta Tenggelamnya Kapal Motor Liberty, 9 ABK Hilang Sisanya Terapung 2 Hari

Lutfia Dwi Kurniasih, Okezone · Rabu 27 Oktober 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 337 2492661 7-fakta-tenggelamnya-kapal-motor-liberty-9-abk-hilang-sisanya-terapung-2-hari-G1fx28nJfT.jpg Pencarian kapal tenggelam. (Foto: Istimewa)

DENPASAR - Kapal Motor (KM) Liberty 1 tenggelam di perairan utara Bali, Sabtu (23/10/2021) pukul 22.07 Wita. Sejumlah ABK hilang akibat insiden ini.

Berikut sejumlah faktanya:

1. Tenggelam Akibat Badai

Penyebab tenggelamnya KM Liberty 1 diungkapkan Jacobus Wolonterry sebagai nahkoda kapal yang selamat, kepada Kepala Kantor SAR Bali.

Dari cerita Jacobus, KM Liberty 1 melintasi perairan utara Bali, Sabtu (23/10/2021) malam. Kapal jenis kargo itu tengah dalam perjalanan menuju Flores, NTT.

Namun sekitar pukul 22.07 Wita, datang gelombang besar disertai badai menghantam lambung kapal. Jarak pandang kapal malam itu terbatas hanya 2-3 meter. Hingga akhirnya kapal kehilangan kendali dan tenggelam.

2. Berusaha Manuver

Kemudian, sadar kapalnya dalam ancaman bahaya, Jacobus sempat mencoba menghindari badai dengan manuver pindah haluan. Namun di saat bersamaan, gelombang dari samping menghantam hingga membuat kapal miring.

Seluruh kru kapal langsung berusaha menyelamatkan diri. "Sebagian lari ke arah liferaft, sebagian lagi mengambil lifejacket. Ada juga yang mengambil benda mengapung," ungkap Darmada.

Baca juga: Detik-detik KM Liberty Dihantam Badai dan Tenggelam di Laut Bali

3. Tak Sempat Menyalakan Sinar SOS

Jacobus dan ABK yang saat itu panik tidak sempat menyalakan sinar SOS. Seluruh kru kapal meloncat sebelum akhirnya kapal itu tenggelam.

4. Enam ABK Berhasil Selamat Setelah Terapung 2 Hari

Setelah dua hari terapung di laut, Jacobus dan lima ABK lainnya berhasil diselamatkan kapal LCT Dipasena 2 yang melintas di sekitar lokasi, Senin (25/10/2021) sekitar pukul 12.20 Wita.

Sedangkan sekitar 9 ABK lainnya dinyatakan hilang.

5. Identitas Korban Hilang dan Selamat

Sembilan ABK yang masih hilang yaitu Dwi Harmianto (Mualim I), Khoirul Hudha (Mualim II), Rizki Adi Tama (Masinis II), Jeri Jepri (Juru Mudi), Sebastian Saga (Juru Minyak), Rivaldy Refly M (Juru Minyak), Matheis Maoni Teo (Serang), Petrus Rumahlewang (Opt Crane) dan Hadiq Zain (Koki).

Sedangkan enam ABK yang ditemukan selamat yakni Jacobus Wolonterry (Nakhoda), David Makatita (Masinis III), Arif Budi Ruhul L (juru mudi), Muhamad Jufri (juru mudi), Hanli Kiuk (juru minyak) dan Muhammad Ali (KKM).

6. Pencarian Terus Dilakukan

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada mengungkapkan pihaknya masih terus melakukan upaya pencarian sembilan ABK yang hilang hingga kini belum membuahkan hasil.

"KN SAR Arjuna 229 saat ini masih di lokasi pencarian antara perairan Bali dan Sapeken. Hasil masih nihil," ungkap Darmada.

7. Kronologi Kejadian

Darmada menjelaskan, KM Liberty 1 bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jumat (22/10/2021) pukul 00.07 WIB menuju Reo Flores, NTT.

Saat melewati perairan utara Bali, kapal jenis kargo itu dihantam badai lalu tenggelam, Sabtu (23/10/2021) pukul 22.07 Wita.

Seluruh kru kapal kemudian loncat dan menyelamatkan diri menggunakan lifejaket dan melepaskan dua buah liferaft ke laut.

Enam ABK berhasil diselamatkan kapal LCT Dipasena Dua rute Jakarta menuju Banete Sumba Barat, Senin (25/10/2021) pukul 12.20 Wita.

Upaya pencarian dilakukan dengan mengerahkan Kapal SAR Arjuna 229 dengan 17 orang ABK dan lima orang tim rescue.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini