Libur Nataru, Pemerintah Perketat Pengawasan di 3 Lokasi Berikut

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 27 Oktober 2021 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 337 2492410 libur-nataru-pemerintah-perketat-pengawasan-di-3-lokasi-berikut-BtzfnVJ3c7.jpg Muhadjir Effendy (Foto : Istimewa)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, Pemerintah akan memperketat pengawasan protokol kesehatan di sejumlah destinasi pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Setidaknya ada tiga tempat yang akan diperketat pada libur akhir tahun, yakni di gereja pada saat perayaan Natal, tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal.

"Di samping membatasi jumlah, juga pengawasan terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19," ucap Muhadjir dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (27/10/2021).

Pemerintah juga telah membuat berbagai program untuk mencegah gelombang Covid-19 di akhir tahun. Mulai dari memangkas cuti bersama pada 24 Desember 2021, melarang ASN cuti dan memanfaatkan momentum libur akhir tahun, serta memperketat syarat perjalanan.

Baca juga: Jokowi: Kepala Daerah Harus Imbau Warganya Tak Bepergian pada Libur Nataru!

Muhadjir juga meminta agar pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi lebih dimaksimalkan di tempat-tempat umum. Hal itu penting untuk melakukan pengawasan dan tracing pada masyarakat.

Dengan ragam kebijakan di atas, dia berharap, jalannya roda perekonomian tidak terganggu, serta aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Mantan Mendikbud ini juga meminta kepada Kemenparekraf untuk memastikan destinasi wisata lokal tetap berjalan, serta kepada Kemendag agar supply bahan pokok tetap terjaga pada akhir tahun.

"Yang harus kita pertimbangkan betul, bagaimanapun ketatnya, konservatifnya kita menerapkan berbagai macam ketentuan dalam rangka menghambat dan mencegah penularan Covid-19, tetapi ekonomi kita harus tetap bergerak," tuturnya.

"Masyarakat kita juga harus terjamin keleluasaan. Tidak menciptakan kepanikan, juga tidak menimbulkan energi negatif yang kemudian punya dampak tidak baik dalam kehidupan ekonomi sosial dan masyarakat," pungkas Menko PMK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini