Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Dampak Siklon Tropis Malou

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 27 Oktober 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 337 2492326 waspada-potensi-cuaca-ekstrem-akibat-dampak-siklon-tropis-malou-eaGBOjPsBv.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini cuaca ekstrem akibat dampak tidak langsung Siklon Tropis Malou yang terdeteksi di utara wilayah Indonesia.

Sebelumnya, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) melakukan pemantauan Siklon Tropis MALOU yang tumbuh di Samudra Pasifik timur laut Filipina tepatnya di 19.4° LU, 138.3° BT. Siklon tropis MALOU merupakan siklon yang tumbuh dari bibit siklon 98W yang sebelumnya terbentuk sejak 25 Oktober 2021.

Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto mengatakan Siklon Tropis Malou saat ini memiliki kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 45 knot (83 km/jam) dan tekanan di pusatnya mencapai 994 hPa dengan pergerakan sistem ke arah utara dan keluar dari wilayah monitoring TCWC Jakarta dalam 24 jam kedepan dengan intensitas yang menguat.

Selain itu BMKG masih memantau Bibit Siklon Tropis 99W di Laut China Selatan tepatnya di 12.7° LU, 110.6° BT. Kecepatan angin maksimum sistem 99W mencapai 23 knot (42 km/jam) dengan tekanan 1009 mb dengan pergerakan ke arah barat barat laut menuju daratan Vietnam. “Diperkirakan bibit 99W akan melemah intensitasnya seiring pergerakan ke arah daratan,” kata Guswanto dikutip dari keterangan resminya, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Dampak Bibit Siklon Tropis, DKI Jakarta Dilanda Cuaca Esktrem

Siklon Tropis Malou posisinya sudah cukup jauh dari wilayah Indonesia, akan tetapi dampak tidak langsung terhadap kondisi gelombang di wilayah Indonesia masih dapat terjadi dalam 24 jam kedepan berupa; Gelombang dengan ketinggian 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik utara Halmahera.

Baca juga: Waspada! Fenomena La Nina Berpotensi Bencana Hidrometeorologi di Tangerang

Sementara Bibit Siklon Tropis 99W memberikan dampak tidak langsung berupa; potensi hujan sedang - lebat di sebagian besar Kalimantan dan tinggi gelombang 2.4-4.0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara dan Laut China Selatan.

BMKG terus melakukan pemantauan perkembangan Siklon Tropis dan aktivitas dinamika atmosfer lainnya beserta potensi dampak cuaca ekstrimnya. Terkait dengan potensi cuaca ekstrem tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pelayaran di wilayah perairan yang terdampak.

Kemudian, menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai, dan lainnya. Dan mewaspadai potensi dampak seperti banjir/bandang/banjir pesisir, tanah longsor dan banjir bandang terutama di daerah yang rentan.

Baca juga: Hujan Lebat, Pohon Tua di Kembangan Tumbang

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini