6 Fakta Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buah, Korban Malah Minta Maaf dan Diperiksa Propam

Mohammad Adrianto S, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 337 2492191 6-fakta-kapolres-nunukan-pukuli-anak-buah-korban-malah-minta-maaf-dan-diperiksa-propam-OXlqziGEFg.jpeg Aksi Kapolres Nunukan pukuli anak buah terekam CCTV. (Foto: Tangkapan layar)

NUNUKAN - Baru-baru ini beredar aksi kekerasan yang dilakukan oknum kapolres. Brigadir Sony L dipukul oleh atasannya, AKBP Syaiful Anwar. Video kekerasan beredar di media sosial dan menuai kecaman keras dari warganet. 

Terdapat beberapa fakta mengenai aksi pemukulan ini sudah dirangkum sebagai berikut:

1. Viral di Media Sosial

Video pemukulan ini tersebar di jagat maya, salah satunya oleh akun Twitter @NON4m3_90, yang mengunggah video berdurasi 43 detik ini. 

"Beredar Video Diduga Kapolres Nunukan Memukul Seorang Personelnya," tulis akun ini.

Video ini lantas menjadi bahan perbincangan warganet yang menganggap perbuatan ini tidaklah seharusnya dilakukan dan memperburuk imej polisi di mata masyarakat.

2. Kronologi Kejadian

Kejadian ini berlangsung saat Zoom Meeting. Kejadian tersebut terekam dalam kamera CCTV dengan keterangan Polres Nunukan, 21 Oktober 2021 pukul 12.32 di pojok atas sebelah kiri. Terdapat juga tulisan Baksos Akabri 1999 Peduli pada Backdrop berwarna merah.

Hasil pemeriksaan sementara, pemukulan terjadi dipicu oleh Brigadir SL yang bertugas memasang dan mengawasi jaringan internet saat zoom meeting. Namun, yang bersangkutan meninggalkan tempat dan sulit dihubungi saat terjadi gangguan jaringan.

Baca juga: Ini Pemicu Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buahnya hingga Terkapar

"Peristiwa tersebut dipicu Brigadir SL yang bertugas memasang dan mengawasi jaringan internet saat zoom meeting, yang bersangkutan meninggalkan tempat dan sulit dihubungi saat terjadi gangguan jaringan," ujar Budi. "Saat Brigadir SL muncul di aula, Kapolres emosi dan memberikan hukuman pemukulan," kata Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat.

3. Dicopot Jabatannya

Atas perbuatan ini, Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol Bambang Kristiyono mencopot jabatan AKBP Syaiful Anwar, tertuang di surat perintah (sprint) bernomor 953.

Dalam Surat Perintah tersebut, AKBP Ricky Hardianto yang juga Kasubiddpaminal Bidpropam Polda Kaltara ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) Kapolres Nunukan.

4. Warisan Orde Baru yang Tidak Pantas

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, mengatakan, tindakan Kapolres Nunukan itu tidak sepatutnya dilakukan oleh seluruh jajaran kepolisian saat ini, terlebih setelah terjadinya reformasi pada tahun 1998.

"Tindakan menendang dan memukul tersebut menunjukkan masih adanya praktik militeristik warisan Orde Baru yang tidak layak diterapkan di Kepolisian pasca Reformasi," kata Poengky saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Poengky menegaskan, penggunaan kekerasan seharusnya tidak dipertontonkan oleh pimpinan kepada anggota. Kalau pun bawahan benar bersalah, Poengky menganggap masih ada cara bertindak yang lebih baik daripada mengedepankan tindakan kekerasan.

"Jika betul anggota bersalah, masih ada cara pembinaan yang humanis yang dapat dilakukan pimpinan, antara lain dengan melakukan teguran dan hukuman yang mendidik," ujar Poengky.

5. Korban Malah Minta Maaf dan Diperiksa Propam

Meskipun menjadi korban, Brigadir Sony L justru malah mengirimkan permintaan maaf kepada atasannya. Video permintaan maaf tersebut diunggah oleh akun Instagram @jktnewss.

"Selamat malam komandan, senior, dan rekan-rekan, terkhusus untuk Bapak Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar. Saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial. Karena pada saat meng-upload video tersebut tidak berpikir dengan jernih," tutur Sony.

Sony merasa amat menyesal karena video itu sudah terlanjur menjadi konsumsi publik. Ini lantaran karena dirinya juga merasa tidak menjalankan tugas dengan baik.

"Dengan kejadian beredarnya video tersebut, saya sangat menyesal. Dan saya membenarkan bahwa tidak melaksanakan perintah pimpinan," ujar Sony.

Brigadir Sony akan menjalani proses persidangan karena dugaan pelanggaran kode etik akibat menyebarkan video penganiayaan.

6. Selesai Secara Kekeluargaan

Setelah kejadian ini viral, Sony menyatakan sudah menemui Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan peemasalahan tersebut secara baik dan kekeluargaan.

"Setelah kejadian tersebut, saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan," ucap Sony.

Lebih lanjut, Sony juga memastikan, penyampaian permohonan maaf ini adalah itikad baik dari pribadinya. Dengan kata lain, tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini