KPK Periksa Pejabat Dinas PUPR Terkait Suap Dodi Alex Noerdin

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 337 2492016 kpk-periksa-pejabat-dinas-pupr-terkait-suap-dodi-alex-noerdin-FmMziriWKZ.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: MNC Portal)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah pejabat pada Pemkab Musi Banyuasin (Muba) untuk diperiksa sebagai saksi, hari ini. Mereka bakal digali kesaksiannya terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA).

Adapun, para pejabat Pemkab Muba yang diagendakan diperiksa hari ini yaitu, Kabid Preservasi Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Muba, Irfan; Kabid Bina Jasa Konstruksi dan Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR Muba, Bram Rizal.

Baca Juga:  Bupati Kuansing Bakal Langsung Ditahan KPK Setibanya di Jakarta

Kemudian, Kabid Penataan Ruang pada Dinas PUPR Muba, Arwin; Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan pada Dinas PUPR Muba, A Fadli; Kabid Pengembangan dan Pengendalian pads Dinas PUPR, Nelly Kurniati; serta Sekretaris Dinas PUPR Muba, H Royland Atatur.

Selain para pejabat pada Dinas PUPR Muba, penyidik juga memanggil tiga saksi lainnya yakni, Staff Keuangan PT Selaras Simpati Nusantara, Asiana alias Meisang; Komisaris Kurnia Mulia Gemaabadi, Santy; dan seorang Karyawan Honorer, Septian Aditya.

"Hari ini, pemeriksaan saksi terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021, untuk tersangka HM. Pemeriksaan dilakukan di Satbromobda Sumatera Selatan," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (26/10/2021).

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan proyek infrastruktur di daerahnya. Putra kandung mantan Gubernur Sumatra Selatan, Alex Noerdin tersebut ditetapkan bersama tiga orang lainnya.

Ketiga orang lainnya tersebut yakni, Kadis PUPR Musi Banyuasin, Herman Mayori (HM); Kabid SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin, Eddi Umari (EU); serta Direktur PT Selaras Simpati Nusantara, Suhandy (SUH). Dodi Reza, Herman, dan Eddi ditetapkan sebagai penerima suap. Sedangkan Suhandy, pemberi suap.

Baca Juga: KPK Buka Peluang Panggil Alex Noerdin Terkait Kasus yang Menjerat Anaknya

Dodi Reza diduga telah menerima sejumlah uang suap dari Suhandy melalui Herman Mayori dan Eddi Umari, terkait empat paket pekerjaan infrastruktur di Musi Banyuasin. Adapun, komitmen fee yang dijanjikan oleh Suhandy untuk Dodi Reza terkait empat proyek tersebut, sebesar Rp2,6 miliar.

Suhandy diduga baru menyerahkan uang senilai Rp270 juta sebagai realisasi komitmen fee untuk Dodi Reza kepada Herman Mayori dan Eddi Umari. Namun, uang itu belum sempat diserahkan Herman Mayori dan Eddi Umari kepada Dodi Reza karena keburu ditangkap oleh tim KPK. Uang Rp270 juta itu, merupakan realisasi awal dari komitmen fee sebesar Rp2,6 miliar.

Sementara itu, KPK masih menelusuri asal-usul uang Rp1,5 miliar yang juga turut diamankan saat menangkap Dodi Reza Alex Noerdin dan ajudannya di Jakarta. Uang Rp1,5 miliar itu diduga juga hasil tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan jabatan dan wewenang Dodi Reza Alex Noerdin sebagai Bupati Musi Banyuasin.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini