Share

KPK Selisik Nilai Harga Tanah untuk SMKN 7 Tangsel

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 26 Oktober 2021 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 337 2491890 kpk-selisik-nilai-harga-tanah-untuk-smkn-7-tangsel-9ldzQzz75Y.jpg Plt Jubir KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini, penyidik menelisik nilai harga tanah di Jalan Cempaka 3, Rengas, Ciputat Timur, yang akan dibangun SMKN 7 Tangsel.

Nilai harga tanah di daerah tersebut ditelisik KPK lewat dua orang saksi yakni, Suyadi dan Sofia M Sujudi Rassat, pada Senin, 25 Oktober 2021. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sofia M Sujudi Rassat merupakan salah satu pemilik lahan yang bakal dibangun SMKN 7 Tangsel.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan kepemilikan tanah para saksi yang diduga digunakan sebagai lahan pengadaan tanah pembangunan SMKN 7 Tangsel, selain itu didalami juga terkait dengan nilai harga tanah dan proses pembayarannya," beber Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga:  Cerita Wanita Hamil 4 Bulan Pasang Tarif Open BO Rp1,5 Juta di Tangsel

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengusut kasus baru, yakni terkait dugaan korupsi di daerah Tangsel. Kasus yang sedang diusut itu berkaitan dengan pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel, tahun anggaran 2017.

KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan sekolah di Tangsel tersebut. Sayangnya, KPK masih enggan membeberkan secara terang siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

KPK berjanji bakal mengumumkan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini setelah adanya proses penangkapan dan penahanan.

Sejalan dengan proses penyidikan kasus tersebut, tim penyidik sudah menggeledah sejumlah lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Serang Banten, dan Bogor. Adapun, lokasi yang digeledah diantaranya yaitu, rumah kediaman dan kantor dari para pihak yang terkait dengan perkara ini.

Tim mengamankan sejumlah dokumen barang elektronik, hingga dua unit mobil usai menggeledah sejumlah lokasi tersebut. KPK akan menganalisa lebih jauh dua unit mobil serta dokumen-dokumen yang diamankan tersebut guna proses penyitaan.

Baca Juga:  Sebelum Terseret Arus Kali Angke, Korban Terpeleset Saat Hendak Cuci Tangan

KPK sudah cukup lama menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel. Diduga, terdapat kerugian keuangan negara lebih dari Rp10 miliar akibat pengadaan lahan untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan lahan SMKN 7 Tangsel dianggarkan pada APBD Banten 2017 dengan nilai anggaran sebesar Rp17,9 miliar. Namun, pembelian lahan yang akan dibangun SMKN 7 Tangsel nilainya tak sampai Rp8 miliar. Diduga ada kejanggalan dalam proses pembelian atau pembebasan lahan tersebut.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(Ari)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini